romantis

#Into_You – #Part_20

Sudah beberapa hari berselang dan tidak ada kabar dari Ben perihal Amanda mau pun orang tuanya. Breana menebak-nebak dalam kecemasan. Apakah semua keadaan baik-baik saja atau memang terjadi sesuatu. Setelah satu pesan yang singkat, Ben tidak mengatakan apa pun. Segala yang terjadi membuat Breana gundah gulana. Ben sendiri sibuk dengan pekerjaannya, bahkan harus pergi ke …

#Into_You – #Part_20 Read More »

#Into_You – #Part_19

Ben tak tahu, entah sudah berapa batang rokok yang ia hisap. Putung-putung menumpuk di dalam asbak. Abu menyebar mengotori meja kaca. Matanya menerawang menatap bunga-bunga yang tertanam di terasnya. Sore yang sejuk dengan ruang berpendingin tapi otaknya serasa ingin meledak karena panas. Bisa jadi karena ia sengaja membuka kaca jendela agar asap rokok bisa mengepul …

#Into_You – #Part_19 Read More »

#Into_You – #Part_18

Dimas, laki-laki itu membuktikan perkataannya dengan datang ke kantor Breana setiap kali ada kesempatan. Banyak alasan yang dia ungkapkan tiap kali Ben bertanya apa maksud kedatangannya. Meminta ditemani makan siang oleh Breana adalah alasan utamanya datang dan tanpa malu-malu dia ucapkan itu. Breana sendiri tidak ada masalah dengan sikap Dimas yang baik padanya. Justru dia …

#Into_You – #Part_18 Read More »

#Into_You – #Part_17

Semenjak peristiwa cumbuan mereka sore itu yang berakhir dengan Breana yang pergi dari pesta tanpa pamit, keduanya mulai jarang berkomunikasi. Ben yang semula sibuk jadi jarang ke rumah menjenguk Nesya, kali ini justru Breana yang melarangnya datang. “Demi kebaikan kita berdua, lebih baik jika mulai sekarang kita menjaga jarak. Jangan lagi datang ke rumah, aku …

#Into_You – #Part_17 Read More »

#Into_You – #Part_16

Kecemburuan Amanda pada Breana terjadi tidak hanya kali itu saja. Wanita itu sekarang rajin datang ke kantor Ben dari waktu ke waktu hanya sekadar untuk memberikan peringatan kecil pada Breana yang dia anggap sebagai saingan. “Kamu tahu kan, posisimu. Jadi, jangan nglunjak.” Itu yang Amanda ucapkan saat Breana menemuinya di ruangan Ben. Suatu sore, hanya …

#Into_You – #Part_16 Read More »

#Into_You – #Part_15

Breana melirik ke arah laki-laki yang sedang berkonsentrasi di balik stir. Sementara anaknya tertidur dengan senyum tersungging di wajahnya yang mungil. Sesuai janji Ben untuk mengajak anaknya bermain, hari ini dilakukan dengan membawa Nesya ke mall dan memanjakannya. Terlintas dalam pikiran Breana betapa bahagia wajah anaknya hari ini. Gadis kecil itu bermain gembira bersama sang …

#Into_You – #Part_15 Read More »

#Into_You – #Part_14

** “Bintang kamu apa?” tanya Breana dengan tubuh berbalut selimut. Memandang jenaka pada pria tampan yang rebah di sampingnya. “Bintangku? Virgo sepertinya. Kalau kamu?” “Aku Aries.” “Lalu, apa kita nggak berjodoh karena beda bintang?” tanya Ben bingung. Breana terkikik, menarik selimut lebih tinggi untuk menutupi tubuhnya yang polos. Mereka berdua bicara dari hati ke hati …

#Into_You – #Part_14 Read More »

#Into_You – #Part_13

Serangan jantung yang dialami Pak Adiyaksa sedikit banyak mempengaruhi rencana hidup yang sudah disusun oleh Ben. Awalnya, ia sempat terpikir untuk membelikan rumah bagi Breana agar wanita itu dan anaknya tinggal di tempat yang lebih layak. Dia bukan beranggapan rumah susun adalah tempat tinggal yang buruk, hanya saja ia inginkan Breana dan Nesya bisa tinggal …

#Into_You – #Part_13 Read More »

#Into_You – #Part_12

* “Syukurlah, Nesya pulih dengan cepat.” Breana mengusap kepala anaknya yang lembab. “Dia gadis yang pintar.” Ben tersenyum menyetujui. Mereka duduk di deretan kursi plastik yang disediakan di apotek. Sementara menunggu obat selesai disiapkan. Breana menyuapi anaknya makan cemilan dengan Ben duduk di sampingnya memperhatikan. Sabtu siang, banyak pengunjung yang datang ke rumah sakit. Membuat …

#Into_You – #Part_12 Read More »

#Into_You – #Part_11

Suara bel pintu mengusik Breana yang sedang sibuk membuat bubur. Ia menengok jam di dinding dan sedikit merasa heran. Sore jam lima, tidak biasanya ada orang bertamu jam segini. Matanya melongok ke dalam bubur yang belum sepenuhnya lembek, berdecak karena merasa menyesal harus mematikan kompor. Tangannya mengaduk sekali lagi sebelum mematikan api lalu mencuci tangan …

#Into_You – #Part_11 Read More »