#Feeling – #Part_06/17

Semakin kulihat gambar-gambar yang dikirimkan Anggun, semakin aku sakit. Bagaimana ada perempuan yang sudah bersuami, dengan leluasanya mengumbar lekuk tubuhnya ke lelaki lain? Kukira hanya di sinetron tayangan televisi ikan terbang saja yang bisa begini, pada kenyataannya ternyata aku mengalaminya dan harus menghadapi perempuan begini.

Semakin kulihat gambar-gambar yang dikirimkan Anggun, semakin aku sakit. Bagaimana ada perempuan yang sudah bersuami, dengan leluasanya mengumbar lekuk tubuhnya ke lelaki lain? Kukira hanya di sinetron tayangan televisi ikan terbang saja yang bisa begini, pada kenyataannya ternyata aku mengalaminya dan harus menghadapi perempuan begini.

Kubuka WhatsApp, Kuscroll kembali pesan yang belum sempat kubaca sebelum menemukan gambar mereka berdua.

[Aku ingin punya keturunan dari Mas Indra.]

Hah? Apa ini?

kubaca lanjutan berbalas pesan mereka.

[Kalau wajahnya berbeda dengan Vinka, Bagaimana?

[Pak Polisi akan curiga] Jawab suamiku.

Vinka, nama anak perempuan dari perempuan itu.

Ada perempuan sebegini amat, Segampang itu dan tanpa malu meminta seorang anak dari suami orang.

[Kapan bikinnya, Mas?Kebetulan ini masa suburku lho]

Pintar sekali dia menawarkan diri.

[Kita jalani saja dulu, nanti kalau sudah sah, bisa bikin yang banyak.] Balas suamiku, tak lupa menyertakan gambar baby.

Ada sesuatu yang seolah menimpa dadaku, membuat tenggorokanku tercekat terasa tercekik. Sesakit ini ternyata mengetahui kenyataan.

[Bikin Twins ya, kayak anak Mas Indra.]

[Yang ada keturunan kembar bukan Mas, tapi istri.]

[Ow, gitu ya. Ya udah gak papa, yang penting bikinnya sama Mas. Udah gak sabar nih, pas masa subur juga kan, masa depanku Sayang]

Pintarnya dia merayu.

Suamikupun ganjen.

Kuteruskan membaca percakapan mereka hingga menemukan tempat dimana mereka janjian ketemuan dan melakukan perzinahan pertama kali setelah menjalin cinta terlarang selama 6 bulan.

Hari itu, Mas Indra mengatakan ada pertemuan dengan klien, membahas proyek pembangunan Perumahan yang ia borong.

Tunggu. Aku menemukan satu kebenaran lagi. Ternyata Anggun adalah putri Pak Suryadi, pemegang saham terbesar dalam proyek pembangunan perumahan itu. Tidak heran jika ia terlihat sangat berkecukupan.

Tidak tahukah mereka? Pak Suryadi merupakan Paman dari teman kuliahku Regha. Dan aku sangat mengenal beliau, tapi aku baru tahu kalau Pak Suryadi memiliki putri.
*****
Tak ingin menunda lagi, aku menghubungi Regha, lelaki itu langsung memberiku alamat Pak Suryadi
Ia menanyakan perihal alasanku ingin menemui pamannya itu, aku beralasan ingin membahas soal proyek perumahan bareng Mas Indra, sedikit bohong tak apa demi membuka kedok wajah manis sok polosnya, Anggun.

Ternyata benar kata orang, dunia itu sempit. Semudah ini menemukan seseorang.

Pagi ini Mas Indra mulai bekerja kembali, bagaimanapun proyek pembangunan itu harus tetap berjalan. Sebesar apapun masalah dalam rumah tangga kami, ia harus profesional dalam pekerjaan.

“Papa kerja dulu Ma. Papa pulang lebih awal. Jangan kemana-mana, jangan berbuat apa-apa. Papa mohon, Lupakan semuanya. Papa janji akan memperbaiki semuanya.” Pesannya sebelum pergi. Tak lupa ia meminta ponselnya kembali.

Pergilah selama mungkin. Ini saatnya aku memporak porandakan ketenangan perempuan itu, perempuan yang dengan percaya diri meminta anak dari suamiku.

Disini aku sekarang, duduk dirumah orang tua perempuan itu

“Bagaimana kabar nak Mega? Lama tidak tahu kabarnya. Sudah punya anak berapa sekarang?” Dengan ramah Pak Suryadi bertanya kabarku. Aku menjawab sekenanya saja.

Tiba-tiba seorang anak perempuan berlari mendekat ke Pak Suryadi, Vinka.

“Anak siapa ini, Pak? Cantik sekali” Tanyaku basa basi.
“Ini cucu, Om.” Jawab beliau.

Akhirnya Pak Suryadi menceritakan perihal putrinya. Mereka tinggal dirumah sebelah, rumah yang baru saja kulewati, rumah berwarna putih itu tempat tinggalnya. Jika Putrinya sedang ada jam mengajar, otomatis Vinka di titipkan ke Neneknya.

“Saya adalah istri Pak Indra. Kontraktor yang menangani pembangunan proyek Pak Suryadi” Terangku kemudian.

Beliau akhirnya bercerita bahwa Anggun sering mewakilinya meninjau langsung poses pembangunan proyek perumahan itu. Ternyata, Pak Suryo memberikan seluruh kepemilikan proyek itu pada anak semata wayangnya, Anggun.

Aku diam-diam mengambil gambar beliau sedang memangku Vinka. Aku segera mengirim gambar itu ke nomer WhatsApp Anggun. Semalam sengaja kusimpan nomernya.

“Pak, sebenarnya ada yang ingin saya bicarakan, ini penting.” Ucapku kemudian.
“Ada apa Nak Mega?Soal proyek kah? kok Pak Indra tidak mengatakannya langsung, mengapa harus Nak Mega yang kesini.”
“Bukan, Pak.”
“Lalu, ada apa? Sepertinya sangat serius”
“Ini soal Anggun.” Jelasku kemudian.

Aku memperlihatkan Video putrinya. Kulihat beliau syok, tidak percaya dengan apa yang beliau lihat.

“Ma…! kesini sebentar!” Pak Suryadi segera memanggil istrinya.

Haruskah aku sejauh ini melibatkan mereka? sejujurnya aku tidak tega, tapi semua harus segera selesai agar masalah ini tak berlarut-larut.

Bu Suryadi terlihat sangat marah setelah melihat video putrinya yang sangat tidak pantas.

“Darimana Nak Mega mendapatkan video ini?” Tanya Pak Suryadi dengan wajah memerah, entah menahan amarahnya atau malu dengan kelakuan anaknya.
“Pastinya, video itu dikirim secara pribadi oleh Anggun. Tolong Pak Suryadi tanyakan sendiri padanya, untuk siapa video itu ia buat. Jika ia tidak menjaeab dengan jujur, maka saya yang akan mengungkap kebenarannya.” Jawabku.

Aku berpamitan, tak lupa aku meminta maaf pada Pak Suryadi beserta istri atas ketidaknyamanannya akan kedatanganku berkunjung hari ini.

Baiklah Anggun. Apa yang akan kamu jelaskan pada keluargamu. Ini baru Orangtua mu. Nomer ponsel Pak Polisi masih tersimpan rapi diponselku.


Bersambung

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

#Feeling – #Part_17/17

Kuedarkan pandangan. Ada Mas Indra tertidur di sofa tidak jauh dari bangsal tempatku berbaring. Mas Indra seketika terbangun dan mendekat padaku…

#Feeling – #Part_16/17

Aku dengarkan saja ucapan demi ucapan. Pak Suryadi yang memintaku menghanguskan semua barang bukti, hingga Anggun yang mengatakan penyesalan dan merasa bersalah padaku. Teruskanlah usaha kalian untuk mengintimidasiku…

#Feeling – #Part_15/17

Rasa cinta. Semua itu seolah sudah sirna karena penghianatannya. Aku masih berdiri menjadi istrinya bukan karena cintaku yang besar kepadanya…