#Feeling – #Part_03/17

Aku berfikir sejenak, jika aku yang menggugat cerai, maka aku tidak bisa leluasa memperkarakan harta yang di dapat selama menikah. Aku ingin memperjuangkan itu demi anak-anak. Jika nantinya harus dibagi, aku ingin semua diberikan pada anak. Biar aku dan Mas Indra memulai dari awal.

Sudah seminggu permasalahan rumah tanggaku, aku belum bertindak akan mendaftarkan gugatan ceraiku. Aku masih perlu waktu untuk menyampaikan situasi ini pada anak-anakku, bagaimanapun merekalah yang nantinya harus menyiapkan hati dan mental untuk menerima perpisahan kedua orang tua mereka.

Dan tentunya masalah harta. Sebenarnya aku bukan tipe wanita penggila harta, tidak. Harta bisa dicari, karena aku yakin, rezeki tidak akan tertukar, dicukupkan saja untuk memenuhi kebutuhan anak aku sudah bersyukur.

Aku berfikir sejenak, jika aku yang menggugat cerai, maka aku tidak bisa leluasa memperkarakan harta yang di dapat selama menikah. Aku ingin memperjuangkan itu demi anak-anak. Jika nantinya harus dibagi, aku ingin semua diberikan pada anak. Biar aku dan Mas Indra memulai dari awal.

Ah, tapi itu hanya keinginanku, tidak tahu pengadilan akan mengabulkan atau tidak.

Hari ini waktunya berkunjung ke pesantren, aku berencana membersihkan mobilku terlebih dahulu. Biasanya ku bawa ke tempat pencucian mobil, entah mengapa kali ini aku ingin membersihkannya sendiri.

Karena tidak terlalu kotor, hanya debu tipis yang mengelilingi mobil hadiah dari Ayahku itu, aku memutuskan hanya mengelapnya dibagian kaca dan membersihkan sendiri bagian dalam mobil.

Apa ini? aku menemukan kon**m di dasbord mobilku.

Sangat keterlaluan! Dia membawa mobilku untuk berzina? Dimana hati nuraninya??

Dan ini? Masker hijau tosca tepat di saku belakang kursi kemudi, dan sebuah kotak cincin.

Aku membuka kotak cincin itu, ukuran ring 7. Dari ukuran jarinya kuyakin dia lebih berisi dariku karena ukuran cincinku hanya 6.

Cincin bertahtakan berlian. Wow! Sejauh ini hubungan mereka.

“Kamu menemukannya Sayang?”
Aku menoleh. Mas Indra sudah di pintu mobil.

“Ini!”
Kusodorkan cincin beserta kotaknya yang masih terbuka.

“Itu buatmu, aku sengaja membelikannya minggu lalu. Belum sempat kuberikan. rancananya sebagai kejutan untukmu, malah kamu menemukannya terlebih dulu”

Alasan!

“Aku terkejut. Kamu sukses mengejutkanku. Ini, ini dan ini!” Aku menyodorkan kotak beserta cincinnya, masker dan kon**m yang kutemukan.

Mas Indra masih belum menerima barang itu, Aku meraih tangannya dan meletakkan benda-benda itu ditangannya.

“Aku berencana memakai pengaman Sayang. Usiamu sudah 38 tahun. Kalau kamu hamil, terlalu beresiko.”
“Kamu kalau beralasan tolong sedikit cerdas! Buat apa pengaman? Selama ini tanpa pengamanpun masih aman kan? cukup sampai 3 tahun kedepan.”

Suamiku itu terdiam. Dia baru sadar membuat alasan yang sangat tidak masuk akal. Aku mengikuti program keluarga berencana selama ini, kami memilih IUD 5 tahun lalu untuk dipasang di rahimku.

“Pasang yang 8 tahun saja, biar agak lama” Sarannya kala itu.

“Masih takut hamil wanita itu!” Ejekku sinis.

*****

Iseng kubuka aplikasi Facebook. Lewat diberanda saran pertemanan gambar seseorang yang tidak asing lagi, foto wanita itu beserta anak dan suaminya. Kebetulan atau takdir? seolah menyikap tabir perselingkuhan mereka. Wicaksono Adi. Nama profilnya. Mungkinkah ini akun suami wanita itu?

Klik.

Ku kirim permintaan pertemanan pada akun itu. Oke. Kita lihat saja apa yang akan terjadi.

Siap bermain kah kalian? aku bergumam sendiri. Ada banyak perencanaan untukmu wahai wanita penggoda dan lelaki penghianat.

Sepuluh menit tepat.
Ada pemberitahuan bahwa akun tersebut menerima permintaan pertemananku. Seketika aku mencari tahu siapa Wicaksono Adi.

Seorang Abdhi Negara berseragam coklat.
Foto-foto mereka seolah menunjukkan keluarga kecil yang bahagia. Seorang Perwira memiliki istri cantik dan seorang putri kecil, usianya sekitar 5 tahun.

Dari tahun kelahiran, dia baru berusia 33 tahun. Ku scroll lagi akun itu. Aku menemukan foto kue ulang tahun dengan lilin merah angka 31.

Muda dan cantik. Itu yang membuat Mas Indra tergila-gila padanya. Mungkin.

Kulihat status pernikahan dari akun Wicaksono Adi.
Menikah dengan ‘Anggun Putri’

Akhirnya. Mari bermain cantik!

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

#Feeling – #Part_17/17

Kuedarkan pandangan. Ada Mas Indra tertidur di sofa tidak jauh dari bangsal tempatku berbaring. Mas Indra seketika terbangun dan mendekat padaku…

#Feeling – #Part_16/17

Aku dengarkan saja ucapan demi ucapan. Pak Suryadi yang memintaku menghanguskan semua barang bukti, hingga Anggun yang mengatakan penyesalan dan merasa bersalah padaku. Teruskanlah usaha kalian untuk mengintimidasiku…

#Feeling – #Part_15/17

Rasa cinta. Semua itu seolah sudah sirna karena penghianatannya. Aku masih berdiri menjadi istrinya bukan karena cintaku yang besar kepadanya…