contributor1

#Into_You – #Part_09

Setelah operasi berjalan lancar, kondisi Nesya pulih dengan cepat. Selama itu pula, Breana dan Anton selalu menemani. Breana merasa tidak enak hati sama mantan suaminya. Berkali-kali mencoba mengusir secara halus tapi Anton bergeming. “Dia anakku juga, biarkan aku ikut merawatnya.” Breana hanya menarik napas saat mendengar jawabannya. Ia takut kalau orang tua Anton atau tunangannya …

#Into_You – #Part_09 Read More »

#Into_You – #Part_07

* Kamar tempat Nesya dirawat terhitung kelas murah. Dalam satu ruangan ada sekitar enam pasien yang berbaring berderet di ranjang kecil. Breana meratap sedih, tidak punya cukup uang untuk membiayai anaknya agar dirawat di rumah sakit yang lebih bagus. Air mata berlinang di pipinya disertai isakan pelan, tangan bergerak lembut untuk membelai wajah anaknya yang …

#Into_You – #Part_07 Read More »

#Into_You – #Part_06

** Seorang laki-laki tampan dengan gelas minuman di tangan dan pikiran menerawang sedang duduk termangu di teras rumahnya yang sunyi. Sudah nyaris satu jam ia duduk di sana tanpa melakukan apa pun selain melamun. Para pelayan yang ada di dalam rumah seperti takut untuk menganggu sang tuan. Mereka menyingkir jauh-jauh darinya tapi cukup dekat untuk …

#Into_You – #Part_06 Read More »

#Into_You – #Part_05

* Semenjak malam pesta pertunangan, Breana tidak pernah lagi mencoba untuk menghubungi Ben. Perasaan patah hati dan keinginan untuk bersikap lebih tahu diri merongrong hati. Ia mengabaikan panggilan dan pesan yang dikirim untuknya. Seandainya saja ia tidak datang ke pesta malam itu, tentu ia tidak akan tahu jika Ben sudah punya kekasih. Kalau begitu, kenapa …

#Into_You – #Part_05 Read More »

#Into_You – #Part_04

** Breana absen dua hari semenjak sakit. Yang ia lakukan di rumah adalah beristirahat total sambil menjaga anaknya. Banyak hal terbengkalai semenjak ia kerja di tempat baru. Terlalu sibuk membuatnya melupakan banyak hal termasuk mengobrol dengan anaknya. Sepanjang ia berbaring di ranjang, si anak perempuan tidak lepas dari sekitarnya. Bocah perempuan berusia lima tahun itu …

#Into_You – #Part_04 Read More »

#Into_You – #Part_02

Jakarta, enam tahun kemudian. Ruangan tempat mereka menunggu tidak terlalu besar. Berada di depan kantor HRD, dengan kursi besi hitam yang ditata rapi bersandar tembok dengan posisi berhadapan. Seorang sekretaris wanita berambut pendek dengan wajah bulat dan tahi lalat di dagu terlihat sibuk dengan komputernya. Sesekali terdengar telepon di atas mejanya berdering. Breana duduk tegak …

#Into_You – #Part_02 Read More »

#Into_You – #Part_01

Suatu hari di stasiun Malang Jatuh cinta pada pandangan pertama, itulah yang dirasakan Breana saat memandang laki-laki yang duduk sebangku dengannya. Tampan memikat dengan tubuh tegap dan rambut sedikit lebih panjang melewati telinga. Kursi yang mereka tempati dalam kereta api berada persis di ujung kereta dan di samping toilet, satu baris hanya mereka berdua tidak …

#Into_You – #Part_01 Read More »