Aku Disini Menunggumu – #Chapter_51/55

Bagi Aerin, ini mungkin akan menjadi liburan bebas terakhirnya sebelum menikah dengan pria yang telah melamarnya. Ada kalanya bayangan Arya melintas sesaat tapi cincin di jari manisnya sangat ampuh untuk mengusir bayangan Arya. Cincin itu seperti punya kekuatan magis yang membuat hatinya tenang walaupun ia tak bisa membayangkan seperti apa wajah pria yang telah melamarnya.

by InfiZakaria

Setelah menyelesaikan semua urusan untuk mempertegas kepada semua orang tentang kepemilikannya terhadap Irin, akhirnya Arya dan kedua orangtuanya segera kembali ke Jakarta.

Ada rasa lega yang sangat, saat yang telah lama ia tunggu akhirnya tiba walaupun belum sempurna seperti yang seharusnya. Tapi Arya sudah sangat berbahagia. Ia akan sabar menunggu Irin kembali untuk menyempurnakan kepemilikannya.

Vita yang melihat kedatangan Arya ke Global Cell dengan wajah berseri-seri, ikutan berbahagia. Sang bos pasti lagi happy banget karena proyek design pertamanya menang di tender pembangunan apartemen butik PT.  Mahakarya.

“Congratulation, Pak Arya.”

Arya menatap Vita dengan penuh selidik. Congratulation untuk apa? Apa Vita tau tentangnya dan Irin? Ah, impossible!

“Nggak nyangka ya, tender pertama langsung menang. You’re the best!”
Sambung Vita sambil mengacungkan jempolnya. Ia ikut bangga karena juga terlibat di rempongnya mempersiapkan dokumen tender.

Arya tertawa kecil. Ah, tenyata congratulation untuk itu? Ia pikir buat momen yang lain. Kenapa ia jadi kegeeran begini? Tentu saja tidak ada yang tau tentangnya dan Irin. Pihak luar belum waktunya untuk tau. Ia ingin menikmati masa-masa PDKT dengan Irin seperti layaknya pasangan kekasih lainnya.

“Thanks, Vita. You are also a part of the team. Jangan lupa cek ke HR kenaikan gaji kamu mulai bulan ini.”

“Beneran, Pak Arya?”

Vita surprised banget. Arya mengangguk. Vita pantas mendapat lebih karena dia juga tak pernah mengeluh dengan banyak tambahan kerja diluar tugasnya sebagai sekretaris.

“Thank you, bos.”

“I need you to discuss something. Kita ke dalam?”

“Baik, Pak.”

Vita mengikuti Arya ke ruangan kerjanya.

“Aku ingin menata ulang ruang meeting sebelah kanan menjadi ruang kerja, trus ada connecting door ke ruangan ini.”

Arya bicara sambil menggerakkan tangannya yang membuat fokus Vita beralih ke jari manis Arya yang tersemat cincin silver bermata berlian kecil. Itu seperti cincin pertunangan atau malah cincin kawin.

“Kamar dan dapur akan diperluas. Design ruangan ini akan ditata ulang semuanya. After lunch, anak-anak arsitek akan kemari. Tolong temani mereka ya.”

Vita bengong.

“Tapi untuk apa ada 2 ruang kerja disini Pak Arya? Apa Pak Zulfan akan pindah kemari?”

“No! Bukan untuk Pak Zulfan. Kita butuh yang lebih seger-seger biar kerjanya makin semangat”
Jawab Arya lalu tertawa sendiri. Wajahnya bahagia sekali.

“Oh, kita akan punya staf baru?”

Arya tersenyum penuh arti.

“Nyonya Baru.”

Vita mendelik, apa maksudnya itu? Apa ada hubungannya dengan cincin di jari manis si bos? Tapi kenapa Nyonya Baru harus ngantor disini juga?

“Nyonya…”

“No more question! Ntar gitu Nyonya Baru tiba disini, kamu akan ngerti sendiri.”

Arya mengerdipkan sebelah matanya yang membuat Vita mendelik. Apalagi itu maksudnya? Kenapa Arya bertingkah sangat aneh? Seperti tak bisa mengontrol perasaannya. Sosoknya berbeda jauh dari Arya yang selama ini dikenalnya.

*****

Sementara nun jauh disana, Aerin menikmati liburan ala backpacker bersama 3 orang teman hackernya, termasuk Robert, best friend yang selama ini mengatur job hacker untuknya. Mereka sudah menjelajah Jepang dan sekarang bersiap untuk menikmati penerbangan selama hampir 24 jam menuju ke Cape Town. Rencananya mereka akan menghabiskan 2 minggu berkeliling disana.

Ini liburan sambil bekerja. Di siang hari, mereka akan menjelajah dan di malam hari mereka akan bekerja menyelesaikan beberapa proyek IT yang dilead langsung oleh professor mereka dari Massachusetts.

Bagi Aerin, ini mungkin akan menjadi liburan bebas terakhirnya sebelum menikah dengan pria yang telah melamarnya. Makanya Aerin benar-benar sangat menikmati liburan ini. Tak sedetikpun ia mau menghabiskan waktu untuk mengingat cintanya yang tak kesampaian.

Ada kalanya bayangan Arya melintas sesaat tapi cincin di jari manisnya sangat ampuh untuk mengusir bayangan Arya. Cincin itu seperti punya kekuatan magis yang membuat hatinya tenang walaupun ia tak bisa membayangkan seperti apa wajah pria yang telah melamarnya.

*****

Arya membawa orangtuanya ke rumah Irin. Passwordnya ternyata masih bisa digunakan. Farah dan Ferdinand tertawa geli mendengar Arya mengucapkan ‘Aerin, I am sorry’ 10 kali di pintu gerbang, dan 9 kali di pintu utama.

“Kamu… seharusnya kamu lebih peka! Untuk apa coba dia kasih kamu password seperti itu?”

Arya menaikkan bahunya tanda tak tau.

“Itu mewakili 19 lembar kartu ucapan ulang tahun yang dia kirim ke kamu dan tak satupun kamu balas. Itu juga mewakili 19 tahun dia menunggu kamu.”

“Dia ingin kamu meminta maaf untuk itu!” Sambung mamanya.

Arya terpaku. Kenapa ia tak pernah mempermasalahkan password yang cukup aneh yang dibuat Irin untuknya? Dan selama ini, kenapa ia tak menaruh sedikitpun kecurigaan atas sikap Irin kepadanya yang sangat berbeda? Padahal di banyak momen pertengkaran mereka, ia sering melihat Irin bersedih terlalu dalam.

Nama orangtua Irin yang tercantum di biodata kantor, mungkin itu yang membuat Arya tak pernah menyangka bahwa Aerin adalah Irin. Irin hanya menulis Broto dari yang seharusnya Bramantio Subroto. Sedangkan untuk nama ibunya, dia menulis Purnama Sari dari yang seharusnya Saraswati Purnama Sari. Disitu kecurigaan terhadap Aerin yang saat itu selalu memakai kalung berliontin blue diamond, sirna.

“Liat, bahkan dia menanam banyak pohon mangga karena dia tau kamu penggemar maniak mangga.”

Mata Farah berkaca-kaca begitu mereka keluar ke halaman belakang. Ada banyak sekali pohon mangga disana. Arya mengangguk. Ia ingat, bahkan Irin juga memesan puding mangga saat mentraktir lunch di kantor.

Setelah kembali dari Surabaya, Arya memang sering sekali datang ke kamar istirahat Irin di kantor, ke kamar Irin di rumah keluarganya dan juga kesini, ke kediaman pribadi Irin. Ia ingin lebih mengenal Irin sebelum Irin kembali. Sekarang setidaknya ia tau musik favoritnya, buku-buku yang dibacanya, merk sabun yang dia gunakan dan masih banyak hal-hal kecil lainnya. Tak ada seharipun yang ia lewati tanpa mencari tau tentang Irin. Ia ingin menebus waktu yang berlalu diantara mereka.

*****

4 bulan berlalu. Prestasi Arya dalam dunia arsitek tanah air semakin dikenal. Keindahan Apartemen Butik yang masih dalam proses pembangunan, mendongkrak reputasi Global Architect. Begitu juga dengan Global Cell. Staf IT yang sangat berkompetensi tinggi telah melahirkan ide-ide inovatif dalam pengembangan usaha selular mereka.

Sementara Aerin menghabiskan jatah cuti bulan terakhirnya di Massachusetts, bergabung dengan professornya untuk merampungkan proyek IT mereka. Kehidupan disini sangat damai dan menyenangkan tapi tetap saja ia sudah kangen berat untuk kembali ke Jakarta.

Kembali ke Massachusetts, berarti kembali ke apartemennya yang pernah ia huni selama 6 tahun saat ia berusia 19 tahun sampai kembalinya ia ke Jakarta di usia 24 tahun. Banyak sekali kenangan sedih di apartemen ini, terutama karena Arya.

Saat itu usianya sudah cukup matang untuk menyadari kalau ia hanya tertarik pada seorang pria saja yang ia tidak tau ada dimana. Ia hanya tau Arya ada di Amerika. Hampir semua kota di Amerika pernah ia kunjungi dengan harapan bisa bertemu dengan Arya.

Ia juga mengerahkan kemampuannya sebagai hacker untuk melacak Arya, tapi tak pernah berhasil. Saat itu ia sempat berpikir kalau Arya dan keluarga mungkin saja memakai identitas lain. Mungkin itu ada hubungannya dengan kepergian mereka yang mendadak ke Amerika. Suatu saat nanti, ia ingin menanyakan itu kepada Arya untuk menjawab rasa penasarannya, walaupun mereka tidak mungkin lagi bisa bersama..

Bersambung…

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

WhatsApp Image 2021-02-12 at 14.57.39

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Sudah Negatif Covid-19

JAKARTA (titiktemu, 12/2)– Setelah hampir tiga pekan (20 hari) menjalani isolasi mandiri, Ketua Satgas …

Logo-Muhammadiyah-OK

PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 13 April 2021

Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1442H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April …

WhatsApp Image 2021-02-10 at 08.34.30

KRL Yogya-Solo Beroperasi Mulai Hari Ini

SOLO (titiktemu, 10/2) – Hari ini menjadi tak biasa bagi masyarakat pelajo Solo-Yogya. Para …