Aku Disini Menunggumu – #Chapter_46/55

Aerin mengetuk pelan sambil menenangkan debaran dadanya yang selalu susah diajak kompromi. Seberapapun tekadnya untuk melupakan impian indah bersama Arya, tetap aja ia...

by InfiZakaria

Aerin mengetuk pelan sambil menenangkan debaran dadanya yang selalu susah diajak kompromi. Seberapapun tekadnya untuk melupakan impian indah bersama Arya, tetap aja ia nervous.

“Come in.”

Pintu terbuka, sosok Aerin yang tersenyum manis dengan rambut model baru, melangkah tanpa ada rasa bersalah. Arya tak berkedip menatapnya, apa yang harus ia katakan kepada staf yang sangat mengganggu ini.

“Pagi, Pak Arya. Sehat?”
Basa-basi Aerin yang sebenarnya mulai kikuk karena Arya terus menatapnya. Arya tak langsung menjawab, ia berpikir apa yang harus ia katakan.

“Menurut kamu?”
Tanya Arya yang membuat mata Aerin melotot indah.

“Are you mad at me?”
Aerin balas bertanya. Sekarang giliran Arya yang  melotot.

“Menurut kamu?”
Arya mengulang pertanyaan yang sama yang membuat Aerin tertawa lebar. Arya pasti menunggu ia menjelaskan alasan ketidakhadirannya di kantor.

“Sorry, boss. Tiga hari kemarin ada urusan keluarga dadakan, aku gak sempat kasih kabar. Hp ku juga off… off karena aku lupa ngecharge.”

Arya tau Aerin berbohong. Cara ia berbicara terlalu banyak jedanya, seperti sedang mencari alasan yang pas.

“Tapi Pak Arya tidak perlu khawatir, aku akan lembur sampai the end of December. Oh ya, apa Pak Arya sudah bikin list PR yang harus aku kerjakan sebelum aku cuti?”

Arya mengeluarkan dua lembar kertas dari lacinya dan meletakkannya di hadapan Aerin. Aerin yang hanya melihat sekilas, langsung menjadi sebel.

“Are you sure ini tidak terlalu sedikit?”

Sindirnya dengan wajah cemberut. Arya menahan senyumnya.

“Oh, masih terlalu sedikit ya? Oke, ntar sore aku tambah selembar lagi.”

Aerin mendelik.

“Are you insane? I have only two and half month, bagaimana mungkin aku bisa menyelesaikan semua ini?”

“Kamu baru bilang kalau kamu akan lembur sampai akhir Desember, lupa?”

“Yes! Tapi ini terlalu banyak!”

Tanpa sadar Aerin memijat keningnya dan….

“Uh…aduh!”
Keluhnya tanpa sadar dengan wajah meringis kesakitan.

Arya yang kaget langsung bangkit dari kursinya dan melangkah ke posisi Aerin. Ia menyingkirkan tangan Aerin yang masih memegang keningnya dan ia menyibak poni Aerin. Apa yang diliatnya kemudian, membuat ia shock berat. Ada bekas luka yang cukup panjang seperti luka jahitan. Dan bekas jahitan itu tampak belum kering.

“Ini… ini, kenapa?”
Tanyanya bingung dengan wajah sangat cemas. Aerin yang masih menutup matanya untuk sedikit mengurangi rasa nyeri, menggeleng. Ah, kenapa harus kejadian di depan Arya?

“You are really stubborn! Luka seperti ini seharusnya tidak ditutupi dengan rambut, ini bisa bikin infeksi. Jenius tapi bego!”
Arya tak tau lagi harus bilang apa. Rasanya tidak ada kata-kata yang pas untuk mewakili kebodohan gadis itu.

“Apa! Kamu bilang apa! Bahkan otakku jauh lebih jenius dari kamu.”

Aerin menepis tangan Arya, tapi tangannya malah kembali mengenai keningnya yang membuat ia meringis lagi. Ia cepat-cepat bangkit dengan mata berkaca-kaca menahan perih dari denyutan di lukanya.

“Hei…”
Arya menarik pergelangan tangannya yang membuat ia tidak bisa pergi. Ia melihat Arya dengan wajah sebel.

“Apa lagi? Aku akan kerjakan semuanya, oke?”
Aerin mengangkat kertas PR dari Arya. Arya menatapnya dengan sorotan mata yang sangat khawatir dan tentu saja penuh cinta. Pandangan yang selalu saja membuat ia gagal move on.

“Kening kamu kenapa? Apa malam itu kamu kecelakaan?”

“It’s not your business! And keep a stare like that for the girl you love and love you. Jangan pernah lagi menatap aku seperti itu!”

Aerin berusaha keras melepaskan tangannya dari genggaman Arya, tapi Arya menggenggamnya semakin kuat. Rasanya ingin sekali ia peluk erat Aerin dan sekali lagi membisikkan kepadanya betapa ia mencintainya. Tapi apa yang baru saja diucapkan Aerin sudah sangat jelas memberi ia batasan.

“Aku gak akan ganggu kamu lagi. Tapi kamu harus janji sama aku bahwa kamu tidak akan bertindak seceroboh dan sebego ini lagi. Use your genius brain to think, okay?”

“I told you, what happened to me is none of your business! None of your business! Don’t mind me. I don’t need your concern and your love. I don’t like you. Is that clear?”

Arya langsung melepaskan  genggamannya tanpa bisa menjawab. Sebuah penegasan yang membuat dadanya nyeri, membuat tubuhnya melemah atas penolakan yang sangat terus terang dengan kata-kata yang cukup membuat pria terhinakan.

Aerin sebenarnya cukup shock melihat reaksi Arya atas kata-kata kasarnya yang memang sengaja ia ucapkan. Aerin segera berbalik dan melangkah setengah berlari keluar dari ruangan Arya. Begitu ia keluar dari pintu, ia pun tak sanggup membendung air matanya.

Vita yang melihat, menjadi sangat bingung. Ia bermaksud menanyakan kepada Aerin tapi gadis itu terus melangkah cepat menuju ke lift, bahkan tanpa melihat kearahnya. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam, apa keduanya bertengkar lagi?

*****

Satu jam berlalu, ini sudah waktunya Arya menuju ke meeting room di lantai 4 untuk rapat dengan tim public relation. Biasanya Arya sangat tepat waktu, Vita tak perlu mengingatkan. Tapi sampai dengan 5 menit meeting akan dimulai, Arya belum juga keluar dari ruangannya.

Vita memutuskan untuk ke ruangan Arya. Ia mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari Arya. Vita mengetuk lagi, tetap tidak terdengar apa-apa. Akhirnya Vita masuk saja, terkadang Arya suka bekerja di balkon dan tidak mendengar ketukan pintu.

Dan apa yang dilihatnya di dalam, membuat Vita mengurungkan niatnya untuk bertanya. Arya duduk di kursinya dengan wajah tertelungkup diatas meja, seperti tertidur. Vita bermaksud hendak keluar dari ruangan, ia sangat sungkan untuk membangunkan Arya.

“Vita”

Panggil Arya dengan suara lemah.

Vita berbalik dan melihat wajah ganteng itu yang tak memancarkan cahaya dengan mata agak sedikit memerah. Apa Arya menangis?

“Pak Arya, are you okay?”

Tanyanya sangat khawatir. Arya diam sesaat, menatap kosong ke arah balkon.

“Aku tidak bisa hadir di meeting. Please cancel all meetings for today. I will leave now, just call me kalau ada yang urgent ya. Dan, satu lagi. Tolong packing semua barangku dan dokumen penting dan bawa ke Global Architect. I will based at Global Architect starting from tomorrow morning. Dan, kamu juga akan based disana sampai kantor sana dapat sekretaris baru. Is it okay?”

Vita terdiam, mencoba mencerna pelan apa yang baru saja diucapkan Arya. Tapi, kenapa bisa sangat tiba-tiba?

“Sure, Pak Arya. I will join you.”

Arya mengangguk.

“Thanks Vita. So semua meeting mulai besok dipindahkan ke kantor sana.”

“Baik, Pak Arya.”

“Okay. I will leave now. Sampai jumpa besok.”

Arya bangkit dari kursinya dan keluar dari ruangan, meninggalkan Vita yang masih bengong.

*****

Global Architect adalah perusahaan baru yang dirintis Arya untuk menyalurkan ide-ide inovatifnya di bidang desain. Ia sudah punya perusahaan dengan jenis usaha yang sama di Amerika, tapi ia hanya mensupervisi saja karena ia punya staf-staf tangguh disana.

Keputusan untuk ngebased di kantor baru muncul tiba-tiba saja di tengah-tengah kekalutannya. Pindah yang sebenarnya lebih tepat disebut melarikan diri dari pesona Aerin.

Sejak ia berterusterang kepada kedua orangtuanya tentang rasa cintanya kepada Aerin dan mendapat nasehat dari keduanya, sebenarnya hatinya sudah kembali mantap hanya kepada Irin. Bahkan sampai dengan tadi pagi ia dan Aerin memulai pembicaraan, hatinya masih bertahan.

 Jeritan kesakitan Aerin karena luka di keningnya, membuat semuanya berubah. Pertahanan yang dibangunnya dengan susah payah hancur lebur seketika dan di saat yang sama, rasa cintanya kepada Aerin malah semakin bertambah yang tak sanggup ia kendalikan.

Aerin sudah menolaknya dua kali, bahkan penolakan kedua tadi dengan kata-kata yang sangat tegas dan agak kecam… membuat ia patah hati. Ia yang biasanya selalu mendapat perhatian besar dari gadis manapun, harus merasakan kepahitan sebuah penolakan.

Walaupun begitu, ia tau ia masih sangat mencintai Aerin tapi ia juga harus terus berjalan dan menemukan Irin, gadis yang terlebih dulu mencuri hatinya. Perpindahan ini untuk menghindari bertemu setiap saat dengan Aerin. Perpindahan ini untuk memupuk rasa cintanya kepada Irin agar bila saatnya nanti ia bertemu lagi dengan Aerin, pertahanan diri yang dimilikanya sudah semakin kuat dan tak gampang goyah kembali.

*****

Berita pindahnya Arya ke Global Architect akhirnya sampai ke Aerin saat ia menikmati makan siang bersama Vita, Wiwid dan Andy. Vita sengaja semakin mendramatisir keadaan karena ia ingin Aerin setidaknya bicara tentang apa yang terjadi saat dia bertemu Arya.

Vita sangat yakin, Arya pindah pasti ada hubungannya dengan Aerin. Arya tipe bos yang punya perencanaan matang dalam melakukan sesuatu, bukan tipe yang buru-buru dalam bertindak. Dan keduanya sama-sama berekspresi sedih setelah mengakhiri pertemuan.

Aerin hanya diam, tak sedikitpun menanggapi pembicaraan mereka. Ekspresi wajahnya datar saja, tentu saja dengan mata yang agak memerah.

“Jadi mulai besok, aku juga akan ikut Pak Arya kesana.”

“Looh, Mbak Vita ikut juga? Aku pikir tadi Pak Arya aja”

Keluh Wiwid yang akan merasa sangat kehilangan.

Iya, sampai ada sekretaris baru disana.”

“Ririn, are you gonna miss me?”

Vita sampai harus bertanya untuk membuat Aerin bicara walaupun sepatah kata. Sejak makan siang tadi, tak sepatah katapun keluar dari bibir indah itu.

“Kalau ada orang yang paling rinduin mbak, itu aku”
Ucapnya pelan dengan senyum penuh cinta.

Vita langsung memeluknya erat. Ah… betapa jahatnya ia yang sengaja mendramatisir keadaan hanya untuk membuat Aerin bicara. Gadis itu tampak sangat lemah walaupun berusaha tersenyum untuknya.

Bersambung

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

WhatsApp Image 2021-02-12 at 14.57.39

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Sudah Negatif Covid-19

JAKARTA (titiktemu, 12/2)– Setelah hampir tiga pekan (20 hari) menjalani isolasi mandiri, Ketua Satgas …

Logo-Muhammadiyah-OK

PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 13 April 2021

Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1442H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April …

WhatsApp Image 2021-02-10 at 08.34.30

KRL Yogya-Solo Beroperasi Mulai Hari Ini

SOLO (titiktemu, 10/2) – Hari ini menjadi tak biasa bagi masyarakat pelajo Solo-Yogya. Para …