Aku Disini Menunggumu – #Chapter_43/55

Aerin tersenyum sambil terdiam beberapa saat. Haruskah ia memberitahukan alasan yang sebenarnya? Arya terpaku. Mendengar alasan Aerin yang diucapkan dengan nada yang sangat santai, membuat ia merasakan debaran kencang di dadanya.

by InfiZakaria

Mereka berpindah ke ruang keluarga. Aerin tau apa yang akan mereka bicarakan.

“Arya bilang, kamu mengundurkan diri?”

Aerin mengangguk. Letih dan muak sekali menbahas ini lagi.

“Tante, maaf. Sebenarnya gak ada yang terlalu mengejutkan dengan pengunduran diriku.”

Arya yang lagi menonton pertandingan baseball di TV, mengecilkan volume. Ia ingin tau alasan apa yang akan Aerin sampaikan kepada orangtua, karena ia tak berhasil membuat Aerin bicara.

“Pak Arya sebelumnya tidak membaca kontrakku yang memang dibuat khusus oleh Pak Rasyid. Dari awal aku memang sudah mentargetkan bekerja selama 6 tahun di Global dan menikmati cuti di tahun ke-6.”

Ferdinand dan Farah saling melirik, mereka sudah membaca kontrak kerja khusus itu.

“Saat itu Pak Rasyid gak yakin kalau aku bisa bertahan sampai 6 tahun di Global, makanya dia buat poin khusus bahwa aku hanya bisa mengajukan pengunduran diri setelah 5 tahun bekerja dengan masa tunggu 1 tahun.”

“Tapi, kenapa harus pergi kalau kamu bisa tetap disini?”
Tanya Farah dengan sangat hati-hati.

Aerin tersenyum sambil terdiam beberapa saat. Haruskah ia memberitahukan alasan yang sebenarnya?

“Kalau itu terlalu pribadi, om sangat mengerti. Tapi, tidak adakah yang bisa kami bantu supaya kamu tidak resign?”

Aerin jadi sangat tidak tega melihat wajah tulus keduanya. Ah, apa ia harus mengeluarkan alasan saktinya?

“I told you mom, dia tidak akan kasih tau alasan yang sebenarnya”

Ucap Arya dengan geram. Apa sih susahnya memberitahukan alasan resign?
Farah dan Ferdinand memberi kode Arya untuk diam. Ucapan Arya membuat emosi Aerin tiba-tiba muncul. Rasa letihnya bisa dengan cepat memicu emosi.

“Well, kalau semua sesuai rencana… I will get married next year! Dan setelah menikah, aku memilih untuk menjadi a full time housewife. Itu alasannya, tante om. Karena itu, aku tidak bisa lagi bekerja di Global atau di perusahaan manapun juga.”

Arya terpaku. Mendengar alasan Aerin yang diucapkan dengan nada yang sangat santai, membuat ia merasakan debaran kencang di dadanya. Saat yang sama, ia juga merasakan keringat dingin keluar dari ubun-ubunnya. Belum lagi rasa lemas yang perlahan tapi pasti menjalari tubuh kekarnya.

Farah dan Ferdinand akhirnya bisa tersenyum mengerti. Walaupun alasan itu sangat klise, alasan yang cukup umum bagi seorang gadis yang akan menikah dan ingin fokus pada keluarga barunya.

“Waah! Selamat ya. Tante ikut berbahagia.”

Keduanya berpelukan.

“Makasih, tante.”

“Kami tidak bisa mengubah keputusan kamu. We respect your choice, tapi bila nanti kamu berubah pikiran… FF Group selalu terbuka buat kamu.”

Aerin tersenyum, ia merasa sangat lega. Berterusterang walaupun tidak seratus persen jujur, sudah membuat ia bisa bernapas lega. Bagaimana kalau ia berterusterang bahwa ia adalah Irin? Apakah ia juga akan merasakan kelegaan yang lebih dari ini?

“Tante om, aku permisi ya. Hari ini hari yang sangat melelahkan. Terimakasih sudah mengundang aku dinner disini. Next time, aku yang akan undang om dan tante.”

Mereka saling berpelukan.

“Safe drive, sampai jumpa.”

Aerin mengangguk sambil melirik ke Arya. Sikap Arya berubah drastis sejak ia menyampaikan surat pengunduran dirinya.
Arya menjadi sosok yang berbeda, mungkin lebih tepatnya sikap marahnya membuat dia terlihat sangat kekanakan, yang membuat Aerin banyak mengalami dejavu.

*****

“Aerin, wait!”

Aerin tersenyum, baru saja ia memikirkan Arya, nah sekarang orangnya sudah muncul di belakangnya. Aerin tidak punya niat untuk berhenti, ia ingin membalas sikap tidak sopan Arya saat dinner tadi.

“Aerin!”

Dan pergelangan tangan kirinya pun ditarik Arya dari belakang yang membuat posisinya menghadap Arya. Tapi ia tidak menatap Arya.

“Aku tidak mengerti. Kamu mengrahasiakan alasan kamu resign kepadaku, tapi kamu malah bisa berterusterang kepada orangtuaku. I am your boss, not my parents.”

Akhirnya Aerin menatap Arya.

“Aku tidak merasa nyaman dengan Pak Arya. You are a stranger to me. That is it.”

Arya melepaskan pegangannya dengan wajah putus asa. Sungguh alasan yang mengada-ada.

“Oh, I see. I am a stranger and you are not comfortable with me. Lalu saat kita berciuman begitu lama, apa kamu merasa tidak nyaman juga?”

Arya tertawa miris sendiri, lebih tepatnya menertawakan dirinya sendiri. Aerin terdiam. Tentu saja ia merasa sangat nyaman.

“I said, let’s forget everything! Itu artinya pembicaraan tentang insiden tidak menyenangkan itu,  sudah selesai! Jangan terlalu membawanya ke dalam perasaan.”

Arya menatap wajah angkuh itu,  kata-katanya sudah cukup membuat martabat seorang pria berada di titik nol.

“Kamu belum menjawab pertanyaanku. Aku tanya lagi, saat kita berciuman… apa kamu merasa tidak nyaman?”

Aerin kesal sekali, ia langsung berbalik dan melangkah cepat menuju ke mobilnya. Tapi Arya mengejarnya dan kembali menarik pergelangan tangannya.

“Apaan sih! Sakit tau!”

Aerin tampak putus asa. Padahal sedikit lagi, seharusnya ia sudah membuka pintu mobil dan kabur dari sini.

Wajah sebel Aerin dengan bibir mengerucut, membuat emosi Arya sedikit memudar. Oh, god! Walaupun tersinggung berat dengan kata-kata kasar Aerin, tapi liatlah… siapa yang tak berdebar-debar melihat wajah cantik yang sangat mengemaskan itu.

“I will not let you go, sebelum kamu jawab pertanyaan tadi.”
Arya sekarang sengaja memancing emosi Aerin. Ia menahan diri untuk tetap berekspresi kejam.

“Kenapa Pak Arya egois banget and so stupid. Kalau aku sudah bilang you are a stranger to me, itu artinya aku tidak nyaman berada di dekat Pak Arya, apalagi saat berciuman! Aku menganggap ciuman terakhir itu sebagai pembalasan saja. Never dream more than that!”

Kata-kata yang sangat menyakitkan hati sebenarnya, tapi Arya tak terpancing. Aerin membuang pandangannya kearah lain, ia bergejolak dengan perasaannya sendiri karena apa yang keluar dari mulutnya tadi…adalah sebuah kebalikan.

“Kamu pinter berbohong!” Ucap Arya yang dengan tiba-tiba memeluk tubuh Aerin dengan erat.

Aerin yang sangat kaget, berusaha melawan. Tapi tubuh langsingnya dengan stamina yang terkuras habis sepanjang hari ini, membuat usahanya sia-sia. Ia terbenam di dalam dada bidang Arya. Rasanya tentu saja nyaman sekali. Kenyamanan yang sudah ia impikan sejak lama.

Keduanya diam sesaat, merasakan detak jantung masing-masing yang berdetak cepat. Arya mencium rambut Aerin.

“I’m sorry. Kamu membuat aku tidak bisa mengontrol diri” bisik Arya dengan suara lembut.

“Kamu membuat aku panik mendengar kamu akan menikah. Aku bingung dengan perasaanku sendiri” bisik Arya lagi.

Ia kembali mencium rambut Aerin.

“Kamu…I like you. I might have fallen in love with you.”

Mata Aerin berkaca-kaca mendengar bisikan terakhir. Momen seperti ini yang sering sekali menghiasi mimpi-mimpinya. Mimpi indah yang telah membuat ia selalu optimis dengan cintanya kepada Arya. Bukankah ini adalah saat yang tepat untuk berterusterang bahwa ia adalah Irin?

Tapi tunggu dulu. Kalau ia berterus terang, bagaimana dengan gadis yang sudah lebih dulu dicintai Arya? Apa yang akan terjadi dengan kisah cinta mereka? Apakah ia akan menjadi orang ketiga diantara mereka? Apakah ia akan menjadi penggagal bersatunya cinta mereka? Lantas, sanggupkah ia menjadi orang yang seperti itu? Aerin bergulat dengan pikirannya sendiri.

Arya melepaskan pelukannya. Aerin melihat kelegaan di wajah yang terukir dengan sempurna itu. Seharusnya saat ini juga, bila ia tega dan sanggup melanggar prinsip yang telah tertanam di otaknya sejak lama, mereka akan menjadi sepasang kekasih yang sempurna. Ia akan mengajak Arya menikah saat itu juga, karena ia sudah sangat lama menahan rindu.

Tapi…

“Pak Arya, masing-masing kita punya jalan yang kita tuju. Dalam perjalanan, kita akan transit di beberapa tempat dan berjumpa dengan orang-orang yang berbeda. Mungkin saja, orang-orang tersebut lebih menarik dari orang yang kita tuju.”

Arya sangat mengerti kearah mana Aerin akan berbicara. Wajahnya tampak sangat tenang, tidak ada sedikitpun keraguan.

“Aku adalah salah satu orang yang Pak Arya jumpai saat transit. Begitu juga sebaliknya, Pak Arya adalah salah satu orang yang aku jumpai dalam perjalananku. Tapi kita sudah dewasa, kita bukan remaja yang mudah berubah arah.”

Aerin tersenyum lembut, ia menahan diri untuk tidak menampakkan sisi lain dirinya yang hancur berkeping-keping, menyadari arti ucapannya sendiri. Ia telah menyerah, menyia-nyiakan kesempatan emas yang sudah ditunggunya sejak lama.

“I respect your feeling, makasih. Aku merasa sangat tersanjung. Tapi, aku tidak bisa membalas dengan perasaan yang sama karena aku juga punya tujuan perjalananku sendiri. I wish you will be happy until the end of your journey. I meant it.”

Aerin memeluk pria tersayang di depannya itu dengan erat. Arya merasakan pelukan itu sangat tulus. Ia membalasnya. Ada setengah bagian dari dirinya yang terasa kosong, tapi disisi yang lain… ada kelegaan bagian yang kosong itu akan tetap terisi oleh Irin. Tentu saja nanti, saat ia telah menemukan Irin. Sampai saat itu tiba, ia harus tetap melanjutkan perjalanannya sampai tiba di tempat tujuan.

“See you, Pak Arya. Good night”
Ucap Aerin dengan senyum indahnya.

“Aerin, makasih.”

Aerin mengangguk. Ia tau arti ucapan itu.
Makasih karena ia telah menyadarkan Arya akan tujuan perjalanannya. Terasa nyeri di dada menyadari ini mungkin akhir dari perjalanannya mendapatkan cinta Arya. Arya tak beranjak sampai mobil Aerin berbelok dari gerbang pagar rumahnya. Ia merasa sangat lega malam ini, rasa putus asanya dalam mencari Irin seperti terobati. Ia merasa energinya terisi penuh kembali.

Bersambung..

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

WhatsApp Image 2021-02-12 at 14.57.39

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Sudah Negatif Covid-19

JAKARTA (titiktemu, 12/2)– Setelah hampir tiga pekan (20 hari) menjalani isolasi mandiri, Ketua Satgas …

Logo-Muhammadiyah-OK

PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 13 April 2021

Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1442H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April …

WhatsApp Image 2021-02-10 at 08.34.30

KRL Yogya-Solo Beroperasi Mulai Hari Ini

SOLO (titiktemu, 10/2) – Hari ini menjadi tak biasa bagi masyarakat pelajo Solo-Yogya. Para …