Aku Disini Menunggumu – #Chapter_34/55

Aerin sedikit berbohong. Malam itu ia memang sangat kelelahan tapi ia masih sangat sadar saat Arya menciumnya dan sangat sadar saat ia menyambut ciuman Arya karena malam itu ia tak kuasa menahan gejolak..

by InfiZakaria

“Sudah banyak orang yang mencium keningku, I will forgive you for that part. Tapi aku tidak bisa memaafkan kamu karena kamu mencium bibirku, it was the first time for me.”

Arya masih bengong.

“Bagiku, ciuman bibir itu maknanya dalam banget dan aku hanya ingin melakukannya with someone I love and love me. Tapi kamu menggagalkannya! Kamu menciumku di saat aku begitu kelelahan dan antara sadar dan tidak.”

Tentu saja Aerin sedikit berbohong. Malam itu ia memang sangat kelelahan tapi ia masih sangat sadar saat Arya menciumnya dan sangat sadar saat ia menyambut ciuman Arya.

“I’m really sorry. Itu terjadi secara reflek karena aku sangat senang saat itu makanya aku memeluk dan mencium kening kamu. Maaf, aku…”

Arya menghentikan apa yang ingin ia katakan, bila ia berterusterang bahwa ia mencium bibir Aerin karena malam itu ia tak kuasa menahan gejolak kelelakiannya… Aerin pasti akan mengamuk. Aerin menatapnya dengan penuh selidik.

“Aku juga tidak tau kenapa bisa berlanjut mencium bibir kamu. Tapi kamu membalasnya sebelum tertidur.”

Arya juga berbohong. Aerin tertawa getir.

Jadi kamu mencium aku tanpa sadar? Bagaimana mungkin? Seharusnya hanya aku yang tidak sadar because I was really tired!”

Aerin tidak tau harus protes seperti apa lagi. Jawaban Arya membuatnya kehilangan pikiran waras. Ia sadar, tapi ia berbohong. Tapi benarkah Arya tak sadar juga? Atau apakah Arya sadar, tapi berbohong juga?

Arya jadi serba salah melihat Aerin yang kini menatapnya dengan penuh kecurigaan. Gadis pintar itu, pasti mencium kebohongan dalam penjelasannya.

“Aku tidak percaya kamu tidak sadar!”

Aerin melihat kekagetan di mata Arya.

Ia melangkah sangat dekat ke posisi Arya berdiri. Sangat dekat bahkan ia bisa merasakan hembusan nafas berat Arya yang nervous. Arya merasakan dadanya mulai berdebar kencang.

“I want to take it back and I apologize for the girl you love.”

Aerin menyentuh dada bidang Arya dan seketika ia menyembunyikan kekagetannya saat merasakan debaran kencang dada Arya. Apa ini artinya?

“There is only one way to prove whether you were completely unconscious…”

Aerin menjinjitkan kakinya sedikit, bibirnya mengecup lembut bibir Arya. Ia diam sesaat sebelum melepaskan kecupannya. Arya yang sangat kaget dengan tindakan tiba-tiba Aerin tadi, tak kuasa menolak. Ia menikmati sentuhan lembut di bibirnya.

Aerin tau ia sudah berhasil menggoda Arya, kali ini ia akan membuat Arya tidak bisa melupakannya. Aerin kembali menjinjitkan kakinya dan menyerang Arya dengan ciuman yang sebenarnya… penuh gairah, bahkan ia melingkarkan kedua tangannya di leher Arya. Dan… Arya membalasnya. Mereka saling melumat lidah, merasakan gairah yang timbul dari sensasi saat lidah keduanya saling menari erotis.

*****

Entah berapa lama mereka berciuman sampai Aerin berusaha melepaskan diri karena kesusahan bernapas. Arya melepaskannya, membiarkan ia bernapas dengan lega sebentar, sebelum mulai menciumnya kembali.

Kali ini lebih dahsyat bahkan Arya memindahkan ciuman ke lehernya, ia jadi panik sendiri. Ia tidak bisa lagi mengontrol Arya, bahkan ia merasakan bagian lelaki Arya yang mengeras.

“It’s enough!”

Arya mendengar bisikan lembut Aerin di telinganya. Sebenarnya ia tak sanggup berhenti, kelelakiannya sudah begitu teransang. Sepanjang umurnya baru kali ini ia mencium seorang gadis sedalam itu.

 Arya menghentikan ciumannya, menatap lembut Aerin dengan penuh cinta sambil merapikan rambut ikal Aerin yang agak berantakan. Lalu ia memeluk erat Aerin yang diam membisu.

“I’m sorry” ucapnya sambil melepaskan pelukan.

Aerin tersenyum, kali ini ia tidak marah. Ia tau ia telah berhasil membuat Arya susah untuk melupakannya. Wanita dewasa tau saat pria bertekuk lutut dihadapannya.

“Let’s forget everything. I have reclaimed my kiss. Kita impas. See you, Pak Arya.”

Mendengar itu diucapkan Aerin setelah dahsyatnya mereka berciuman, membuat Arya sangat kecewa.

Mungkin itu juga yang dirasakan Aerin saat ia meminta Aerin melupakan ciuman malam itu. Tapi ia mengatakan itu sebagai antisipasi karena ekspresi Aerin terlihat sangat menyesal. Ekspresi Aerin telah membuat harga dirinya sebagai lelaki berada di titik terendah. Bagaimana mungkin, ada gadis yang menyesal berciuman dengannya?

“Aerin…”

Aerin yang sudah sampai di depan pintu, tak lagi berpaling. Ia merasa sudah cukup, ia sudah puas dengan reaksi Arya. Ia tidak akan menganggu Arya karena Arya sudah punya seseorang yang dicintainya. Bukankah tujuan kepulangan Arya ke Jakarta untuk menikahi gadis yang dicintainya? Dan, ia tidak ingin menjadi penghalang diantara keduanya. Amarahnya dengan Arya sudah selesai.

Begitu sosok Aerin menghilang di sebalik pintu, Arya menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan tubuh lemah. Kepalanya juga cukup pusing karena ransangan saat berciuman tadi.

Arya meluruskan tubuhnya dan mencoba untuk sesaat memejamkan matanya, beristirahat. Tapi… wajah dan desahan lembut Aerin saat berciuman tadi terus memenuhi pikirannya. Sadar kalau usahanya untuk istirahat sejenak tak berhasil, Arya segera bangkit, mengambil kotak rokok dari laci meja kerjanya dan menuju ke balkon. Merokok masih menjadi cara efektif untuk menghilangkan kegalauan.

*****

Aerin singgah sebentar di rest room lantai 14 sebelum masuk ke ruangannya. Tentu saja ia harus sedikit membersihkan diri karena ciuman tadi. Arya sempat berulang-ulang menjilati lehernya. Aerin tersenyum sendiri sambil menatap sosok begonya di cermin.

Apa yang telah ia lakukan? Di satu sisi, ia sangat puas karena ia tau Arya dalam keadaan sangat sadar saat menciumnya malam itu, tapi Arya berbohong. Tapi disisi lain, berciuman kembali dengan Arya… sebenarnya malah bisa menyiksa dirinya. Walaupun tadi ia sangat menikmati setiap detik keintiman mereka.

Mungkin saja ia akan lebih menderita karena ini, tapi setidaknya ia melakukannya dengan pria yang ia cintai. Pria yang telah membuat ia menunggu tanpa kepastian. Pria yang mungkin akan selamanya tak tergantikan.

Bersambung

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

WhatsApp Image 2021-02-12 at 14.57.39

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Sudah Negatif Covid-19

JAKARTA (titiktemu, 12/2)– Setelah hampir tiga pekan (20 hari) menjalani isolasi mandiri, Ketua Satgas …

Logo-Muhammadiyah-OK

PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 13 April 2021

Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1442H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April …

WhatsApp Image 2021-02-10 at 08.34.30

KRL Yogya-Solo Beroperasi Mulai Hari Ini

SOLO (titiktemu, 10/2) – Hari ini menjadi tak biasa bagi masyarakat pelajo Solo-Yogya. Para …