Aku Disini Menunggumu – #Chapter_32/55

Dari dalam kamarnya, Arya melihat sesuatu yang tidak biasa dari kamar Aerin, Arya segera melangkah dengan buru-buru ke balkon kamarnya. Dan ia sangat kaget ketika ada sesosok bayangan lalu lalang di dalam kamar Aerin. Sosok perempuan pastinya, bertubuh langsing dengan rambut diikat tinggi.

by InfiZakaria

Begitu meeting ditutup, Farah segera mendatangi Aerin yang langsung dikerumuni oleh para manager dari daerah.

“Aerin, bisa saya ganggu sebentar?”

Aerin yang tak menyangka Tante Farah akan mendatanginya, cukup kaget.

Apa Tante Farah mengenalinya? Satu-satunya benda yang bisa membuat Tante Farah mengenalinya adalah blue diamond milik maminya yang dulu saat ia pakai, sering sekali dipuji keindahannya oleh Tante Farah. Dan saat kemari tadi ia memang sengaja tidak memakainya. Ini kali pertama ia melepaskan kalung berliontin blue diamond dari lehernya.

“Sure!” jawab Aerin setelah bengong sesaat.

Aerin melangkah kearah Tante Farah yang saat itu tampak begitu anggun dengan dress navy bermodel resmi dan riasan wajah yang sangat simple namun cantik. Ferdinand yang melihat istrinya dan Aerin sudah bersama di meja sudut ruangan, segera bergabung.

“Kami ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya untuk bantuan Aerin pada Global Bank. Kalau saat itu Arya tidak bertindak cepat untuk menghubungi kamu, mungkin sekarang Global Bank hanya tinggal nama” ucap Om Ferdinand dengan tulus.

Aerin tersenyum, rasanya ia ingin saat itu juga memeluk keduanya dan mengatakan bahwa ia adalah Irin, anak kecil yang dulu pernah merasakan kasih sayang dari keduanya karena mereka tidak punya anak perempuan.

“Bagaimana kami bisa membalas kerja keras kamu? Kamu sampai sakit karena kelelahan” sambung Tante Farah dengan tatapan sangat lembut.

“It’s okay. Tidak perlu membalas dengan apapun, bu. Aku staf Global, juga bagian dari FF Group. So tidak masalah kejadian itu ada di perusahaan yang mana, as long as it is under the same umbrella… aku punya tanggung jawab untuk menolong.” Keduanya saling memandang.

“Global Bank itu perusahaan warisan dari orangtua saya, jadi sangat banyak history disana. Whatever you want, saya akan usahakan untuk penuhi. Apa kamu mau saham disana?” Tawar Ferdinand yang tak puas dengan jawaban gadis cantik didepannya.

Aerin menggeleng.

“Tidak, pak. Terimakasih atas tawarannya. Aku benar-benar tidak mau menerima imbalan apapun” jawab Aerin dengan wajah sangat yakin.

“Tidak semua hal, harus segera berbalas kan? Aku bantu FF Group hari ini, siapa tau one day… bapak dan ibu yang akan bantu aku”
Sambung Aerin yang membuat keduanya speechless karena Aerin menolak tawaran mereka.

“Terimakasih banyak. So, hubungi kami bila suatu saat kamu butuh sesuatu.”
Akhirnya Farah hanya bisa mengucapkan itu. Mata indah didepannya tampak berbinar-binar.

“Baik, bu.”

“Can I hug you?”

Wajah itu tampak kaget sebelum mengangguk lagi dengan senyum senangnya. Farah memeluk erat tubuh ramping Aerin yang juga membalas pelukannya. Farah dari tadi sudah sangat teliti memperhatikan leher jenjang gadis itu tapi Aerin tidak memakai kalung apapun.

“Sampai jumpa di dinner besok” ucap Farah saat mereka berpisah.

“Iya, bu…see you soon” balas Aerin sambil melambaikan tangan, lalu melangkah menuju ke Andy dan Vita yang memang sedang menunggunya.

*****

Ada Arya bersama mereka, tapi Aerin tidak memperdulikannya. Ia hanya fokus menatap Vita dan Andy yang langsung memeluknya. Aerin membalas pelukan keduanya.

“Oh, kangen tau…” Protes Vita sambil memegang kedua pipi Aerin.

“I missed you too, mbak.”

“Cukup sekali, no news seperti ini, okay?”

“Sorry membuat semuanya khawatir. Aku memang gak punya akses ke HP-ku saat itu.”

Arya yang merasa tidak diperdulikan, memilih untuk meninggalkan ketiganya. Ia tidak mau membuat mood Aerin berubah jadi tidak senang karena ada dirinya. Aerin pasti masih marah, kalau tidak… dia pasti akan menegurnya atau setidaknya memamerkan senyum indahnya.

“Nomor HP siapa yang kamu taruh di biodata? Kenapa gak bisa dihubungi juga?” Tanya Andy penasaran.

Aerin tertawa geli.

“Ya pastilah. Tanteku lagi honeymoon keliling Eropa, HPnya pasti dioff kan.”

Vita dan Andy ikutan tertawa.

“Trus, kenapa pake bodyguard segala?”

Aerin menyembunyikan kekagetannya. Ternyata teman-temannya mencek sedetail itu.

“Bodyguard?” Ulangnya dengan wajah lugu.

“Aku ke rumah kamu, Pak Satpam yang bilang.” Aerin tertawa geli.

“Ah… itu sih, bukan. Ngapain aku pake bodyguard, I’m no body. Itu om aku yang kebetulan aku tau lagi ada di sekitar situ. Bodynya emang gede. Jadi pas aku ngerasa udah gak sanggup bertahan, aku sempat tekan nomor HP dia.”

“Genius girl, bahkan saat mau pingsan pun… bisa berpikir dengan smart”

Puji Andy yang membuat Aerin memonyongkan bibir penuh seksinya.

*****

Dan malam itu, percakapan saat dinner di kediaman Arya adalah tentang Aerin. Tampaknya kedua orangtuanya begitu terkesan dengan sosok Aerin.

“Jadi dia lulusan MIT?”

Arya mengangguk.

“SMA nya di London, kuliahnya di MIT. Sempat berkerja di beberapa perusahaan IT di Eropa dan Amerika sebelum balik ke Jakarta dan join dengan Global.”

“Wow… dia itu salah satu asset terbaik kita. Kamu punya ide bagaimana cara agar Aerin tetap bersama kita?”

Arya terdiam. Minggu lalu ia baru saja membuat Aerin kecewa dengan menunda training yang sudah lama direncanakannya.

“Bagaimana kalau kita approved semua training yang dia sampaikan tadi?” Tanya Bu Farah dengan semangat.

“Sure, ma. Kita punya budget yang lebih dari cukup buat support capacity building staf IT.”

“Sayangnya dia tidak mau menerima tawaran kami. Padahal tadinya papa sangat berharap dia akan menerima dengan antusias, tapi malah langsung ditolak tanpa pikir panjang.”

Arya tersenyum.

“Aerin itu tipe yang bekerja atas rasa suka, pa. Bukan tipe pencari uang. Kalau dia mau uang, dia tidak akan join dengan Global. Bekerja sebagai hacker saja, dia bisa dapat ribuan dollar.”

“Yes, you’re right. Jadi kita harus buat dia bahagia berada di Global.”

Arya mengangguk dengan pikiran menerawang. Bagaimana cara membuat Aerin bahagia berada di Global? Ia telah mengacaukan semuanya dengan ciuman itu.

*****

Dari dalam kamarnya, Arya melihat sesuatu yang tidak biasa dari kamar Aerin. Ya… kamar Aerin yang biasanya gelap, kini tampak ada lampu yang dihidupkan walaupun tidak terlalu terang.

Arya segera melangkah dengan buru-buru ke balkon kamarnya. Dan ia sangat kaget ketika ada sesosok bayangan lalu lalang di dalam kamar Aerin. Sosok perempuan pastinya, bertubuh langsing dengan rambut diikat tinggi.

Arya merasakan dadanya berdebar kencang, ia segera berlari ke lantai bawah, keluar dari rumahnya menuju ke halaman samping dan menyebrang ke halaman rumah sebelah.

Bersambung..

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

WhatsApp Image 2021-02-12 at 14.57.39

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Sudah Negatif Covid-19

JAKARTA (titiktemu, 12/2)– Setelah hampir tiga pekan (20 hari) menjalani isolasi mandiri, Ketua Satgas …

Logo-Muhammadiyah-OK

PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 13 April 2021

Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1442H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April …

WhatsApp Image 2021-02-10 at 08.34.30

KRL Yogya-Solo Beroperasi Mulai Hari Ini

SOLO (titiktemu, 10/2) – Hari ini menjadi tak biasa bagi masyarakat pelajo Solo-Yogya. Para …