Aku Disini Menunggumu – #Chapter_27/55

Aerin singgah ke rumah Tante Mirna yang sudah protes keras karena ia sudah lama tak berkunjung. Begitu masuk ke dalam, Aerin yang merasa tak mengenal siapapun...

by InfiZakaria

Sepulang kerja pukul 8 malam, Aerin singgah ke rumah Tante Mirna yang sudah protes keras karena ia sudah lama tak berkunjung. Rupanya lagi ada acara di rumah Tante Mirna, makanya tante memaksa banget ia untuk datang… apalagi kalau bukan memberinya kesempatan untuk berkenalan dengan para pria lajang, rekan kerja Om Nando.

Begitu masuk ke dalam, Aerin yang merasa tak mengenal siapapun langsung menuju ke meja hidangan makanan. Ia sudah terlalu lapar untuk beramah tamah. Tante Mirna masak banyak ternyata, hm…acara apakah ini? Tak sengaja matanya melihat ke tumpukan kado di meja paling sudut. Oh my God, siapa yang berulang tahun?

Mirna dan suaminya yang melihat Aerin, geleng-geleng kepala. Aerin langsung makan dengan lahap, tanpa memperdulikan sekeliling yang memperhatikannya.

“Lapar banget apa lapar sangat?” Goda Mirna yang membuat Aerin tertawa. Ia berdiri dan memeluk keduanya yang sudah seperti orangtua sendiri.

“Siapa yang birthday? Kenapa tante gak kasih tau aku? Gak mau hadiah?” Aerin gantian menggoda. Keduanya saling menatap.

“Wedding anniversary, darling.”

“Ah…”
Aerin bangkit lagi, dan kembali memeluk keduanya.

“Happy life, Tante…Om. So, mau honeymoon kemana?”

Keduanya saling menatap. Tahun lalu Aerin menghadiahkan mereka honeymoon trip ke Jepang selama seminggu.

“Eropa ya pa?”

Om Nando mengangguk. Tentu saja dengan keberhasilan Om Nando dalam bisnisnya, keduanya bisa honeymoon kemana saja, tapi Aerin ingin keduanya merasakan apa yang ia hasilkan dari pekerjaannya.

“Alright, tante dan om pilih aja paketnya… ntar telpon aku.” Aerin mengerdipkan sebelah matanya.

“Om mau kenalin kamu ke beberapa rekan kerja om.”

“Not tonight, aku lelah banget dan tidak punya tenaga untuk tersenyum manis.”

Keduanya tertawa. Memang wajah Aerin tampak letih tapi pesonanya tetap memikat para pria yang lalu lalang di sekitar mereka.

Handphone Aerin berbunyi, ada WA masuk.

‘Stand by in 1 hour’

Pesan singkat yang membuat Aerin langsung bangkit, permisi pulang ke Tante Mirna dan tancap gas menuju ke rumahnya.

Dalam 45 menit ia sudah memarkirkan mobilnya dan langsung menuju ke ruang kerjanya yang dipenuhi dengan peralatan komputer canggih.

*****

Aerin menyeduh secangkir black coffee untuk membuat ia tetap terjaga dan fokus karena staminanya benar-benar letih.

Tak lama, Robert rekan kerjanya yang juga kakak kelasnya di MIT mengirim kode-kode di layar komputer. Tak ada percakapan lisan yang terjadi, mereka hanya berkomunikasi melalui kode-kode menjelaskan situasi terkini yang harus ditangani Aerin.

Dan dalam sekejap, jari jemari Aerin pun seperti menari-nari kencang diatas keypad, menulis kode-kode dengan super cepat, tanpa berhenti.

Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari saat Aerin akhirnya bisa tersenyum puas, menekan tombol enter dengan keras dan langsung merebahkan tubuhnya ke kursi kerja  dengan wajah sangat kelelahan.

Tak beberapa lama, muncul WA.

‘I love you, good job honey’

Aerin tersenyum, menutup matanya untuk tidur sesaat. Ia tak sanggup lagi untuk bangkit menuju kamar tidur.

*****

🎵I’m a big big girl, in a big…🎵

Walaupun Aerin tertidur sangat lelap, tapi selalu saja ia sangat sensitif dengan suara. Itu karena perbedaan waktu dengan negara tempat teman-teman hackernya tinggal. Pekerjaannya sebagai hacker hampir selalu dadakan tengah malam. Aerin menguap lebar sambil melihat ke layar HP.

Nama yang muncul di layar membuat ia terduduk tegak sangking kagetnya. Kenapa Arya menelpon pukul 3 pagi begini?

“Ya…”

“Semua komputer di Global Bank mati mendadak 10 menit yang lalu dan data tidak bisa diakses. Can you help?” Nada suara Arya terdengar kalut banget.

Tentu saja, blank nya semua data rekening nasabah akan berpengaruh besar pada kelangsungan hidup Global Bank.

“Oke, aku cek sekarang.”

“Send me your address.”

“No need to come here.”

“Please…” Aerin menguap lagi, Arya bisa mendengar dengan jelas.

“Okay. I send my address and password to enter my house.” Aerin memutus hubungan HP sambil menyalakan komputernya.

Tak beberapa lama, Arya menerima WA dari Aerin.

‘Jardin de Paradis no 15. Password to open the gate: say ‘Aerin, I am sorry’ 10x. Password to open main door: say ‘Aerin, I am sorry’ 9x 😉. Aku ada di kamar paling ujung’ 20

Arya mendelik membaca WA dari Aerin yang lengkap dengan titik koordinat. Entah apa maksud dibalik password yang aneh itu… tapi ia tak punya waktu untuk protes. Ia langsung ngebut mengikuti koordinat yang dikirim Aerin.

*****

Dan disinilah ia berdiri mematung diluar pagar rumah Aerin yang super tinggi, di tengah dinginnya malam dengan hujan rintik-rintik.

Arya mendekati kotak kecil di tembok pagar dan tanpa pikir panjang mengucapkan ‘Aerin, I am sorry’ sebanyak 10 kali. Pintu pagar terbuka.

Arya kembali ke mobilnya dan masuk ke halaman luas yang ternyata di dalamnya ada rumah berukuran mungil nan cantik. Arya keluar dari mobilnya dan menuju ke pintu rumah.

Ia mendekati box kecil dan kembali mengucapkan ‘Aerin, I am sorry’ sebanyak 9x. Seperti pintu pagar, pintu utama juga langsung terbuka sendiri. Arya melangkah cepat menuju kamar paling ujung.

Ada Aerin yang sedang serius mengetik dengan cepat di depan layar komputer tanpa terganggu dengan kehadirannya. Dan Aerin masih mengenakan pakaian yang sama saat tadi ke kantor.

Arya melangkah pelan, mengambil kursi dan duduk di sebelah Aerin yang belum juga melihat kearahnya.

Kode-kode komputer yang diketik Aerin dengan cepat membuat Arya terpana. Isi ruangan kerja Aerin juga membuat Arya takjub, kecanggihan peralatan yang dia miliki bahkan jauh diatas fasilitas yang ada di kantor Global.

“Is it serious?”

Tanya Arya akhirnya karena penasaran banget.

“Yup, hampir semua data berhasil dibajak” jawab Aerin tanpa berpaling. Arya langsung berkeringat dingin.

“Can you fix it?”

Aerin mengangguk.

“Will take time but I’m sure it can.”

Arya menarik napas lega.

*****

Hampir 2 jam kemudian, suasana begitu sunyi senyap… hanya terdengar suara keypad yang ditekan dengan cepat. Arya hanya diam menemani Aerin yang sudah beberapa kali menguap.

Dia sudah membuatkan secangkir kopi buat Aerin tapi Aerin belum sempat menyentuhnya. Sampai akhirnya Aerin berdiri tiba-tiba, menekan tombol enter dengan keras sebelum berpindah ke layar komputer lain.

Wajahnya tampak sangat puas, setelah mengetik sebentar di komputer lain… Aerin menarik napas lega dengan senyum lebar.

“Welcome to the real world, kid!” ucapnya puas. Ia telah mengirimkan virus mematikan kepada hacker yang menyerang Global Bank…

Bersambung..

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

WhatsApp Image 2021-02-12 at 14.57.39

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Sudah Negatif Covid-19

JAKARTA (titiktemu, 12/2)– Setelah hampir tiga pekan (20 hari) menjalani isolasi mandiri, Ketua Satgas …

Logo-Muhammadiyah-OK

PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 13 April 2021

Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1442H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April …

WhatsApp Image 2021-02-10 at 08.34.30

KRL Yogya-Solo Beroperasi Mulai Hari Ini

SOLO (titiktemu, 10/2) – Hari ini menjadi tak biasa bagi masyarakat pelajo Solo-Yogya. Para …