Aku Disini Menunggumu – #Chapter_19/55

Mirna bergerak cepat mengenalkan Aerin pada pria yang ia recommended Aerin cukup kaget ketika mendapat telepon bahwa blind date pertamanya adalah...

by InfiZakaria

Mirna bergerak cepat, setelah mendapat lampu hijau dari Aerin untuk mengenalkannya kepada pria yang ia recommended, ia mulai mengatur acara ketemuan. Dan Aerin cukup kaget ketika mendapat telepon bahwa blind date pertamanya adalah malam ini, hanya selang sehari setelah ia bertemu Tante Mirna.

Aerin mencoba untuk protes, tapi apa daya Tante Mirna bilang bahwa dia akan sangat malu bila Aerin membatalkan secara sepihak. Aerin yang merasa sudah terlalu banyak membuat Tante Mirna terbebani olehnya, akhirnya pasrah.

Dan, disinilah Aerin berada malam ini. Melangkah masuk ke Hause Rooftop Kitchen & Bar.

“Selamat malam” sapa waiter ramah.

Aerin yang memakai printed silk dress selutut berwarna biru tampak wah banget.

“Selamat malam. Aku ada janji ketemu dengan Arland Romeo” terang Aerin sambil membaca nama yang tertulis dengan pulpen pada telapak tangannya.

“Mari saya antar, Pak Arland sudah tiba.”

Aerin mengikuti sang waiter melewati beberapa meja. Hause Rooftop berada di Lt 6 dengan pemandangan malam yang sangat indah. Ini kali pertama ia kesini.
Seorang pria berwajah putih dengan rambut klimis tersenyum kearahnya. Aerin membalas tersenyum.

“Hi, aku Aerin” sapa Aerin mengulurkan tangannya setelah waiter meninggalkan mereka.

Arlan bangkit dari duduknya dan menyambut uluran tangan gadis yang telah membuat pria-pria yang duduk di sekitar mereka, mencuri-curi pandang.

“Arlan” lalu menarik kursi untuk Aerin.

“Terima kasih” ucap Aerin sambil melihat ke sekeliling dan pandangannya terhenti pada meja panjang di depannya, pada sebuah sosok yang juga sedang menatapnya bersama dengan orang-orang di sekeliling sosok tersebut.

Aerin tertegun sesaat, tidak tau harus tersenyum, tertawa atau melambaikan tangan. Akhirnya ia hanya mengalihkan tatapan ke Arlan. Ia tau sosok itu masih terus menatapnya.

“Tante Mirna cerita banyak tentang kamu.”

Arlan membuka pembicaraan setelah ia tau Aerin memperhatikan sekeliling mereka.

“Semoga yang diceritakan yang baik-baik saja. Dimana Mas Arlan kenal tanteku?”

“Om Nando dan papaku teman semasa kuliah. Aku sudah lama tau kamu.”

Aerin tersenyum.

“Oh ya? Kita pernah bertemu sebelumnya?”

“Beberapa kali di rumah Tante Mirna.” Arlan tersenyum.

Tentu saja Aerin tidak mengingatnya. Beberapa kali ia melihat Aerin di acara rumah Tante Mirna. Aerin tipe yang memandang lurus saja ke depan searah langkahnya, tanpa melirik kesana-sini apalagi berbasa-basi. Dia hanya menyapa orang-orang yang dikenalnya saja.

“Sorry, aku tipe yang tidak suka keramaian. Kalau aku datang ke pesta, itu karena rasa sungkan saja.”

Arlan tertawa, Aerin yang sedang menikmati crispy duck con, makan dengan lahap.

*****

 Arya yang duduk bersama teman-temannya dengan posisinya pas berhadapan dengan Aerin, melirik sesekali. Arya masih ingat betul saat tadi siang Aerin bilang kalau ia tidak nyaman makan dengan orang asing. Hm… apa maksudnya? Kenapa sekarang ia melihat Aerin makan dengan sangat lahap bersama orang asing?

Arya bisa membaca gerak bibir Aerin saat pertama kali mengucapkan namanya, memperkenalkan diri kepada pria itu. Jelas sekali kalau keduanya baru saling mengenal.

“Itu namanya Aerin” ucap Sandy salah satu teman Arya.

“Arya pasti kenal, bos FF Group” sambung Victor, membuat yang lain tersadar kalau Arya adalah bosnya Aerin.

Arya tertawa geli.

“Kenapa? Kalian termasuk yang kirim bunga minggu lalu?” Goda Arya, teman-temannya saling melihat lalu tertawa.

Aerin yang asyik mengobrol mendengar tawa dari seberang. Ia tidak melihat kesana karena ia merasa mereka sedang memperhatikannya.

“Gue udah kirim bunga yang ke 4 kali. Lu berapa kali?” Iman bertanya ke yang lain. Mereka tertawa lagi.

“Dan sia-sia saja kan? Dia itu bukan tipe yang suka beredar dimana-dimana. Eksklusif dan sangat tertutup.”

Arya tersenyum melihat ekspresi Baldi saat mengucapkan itu.

“Eh, gimana Aerin di kantor?” Tanya Sandy penasaran.

Arya berpikir sebentar sambil ngelirik Aerin yang sedang menghabiskan minuman jusnya. Piring makannya juga terlihat bersih. Benar-benar menikmati makan malamnya bersama orang asing.

“Eksklusif dan sangat tertutup.”

Arya mengulang ucapan Baldi, lalu tertawa, membuat yang lain melotot kepadanya karena mereka tau Arya tak serius menjawab.

Blind Dates pertama berjalan cukup sukses, setidaknya Aerin bersedia bertukar nomor hp, sesuatu yang jarang dilakukannya saat pertama sekali bertemu dengan pria yang baru dikenal. Arlan cukup asyik buat temen ngobrol, soal ketertarikan hati… itu masih butuh waktu..

Bersambung..

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

WhatsApp Image 2021-02-12 at 14.57.39

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Sudah Negatif Covid-19

JAKARTA (titiktemu, 12/2)– Setelah hampir tiga pekan (20 hari) menjalani isolasi mandiri, Ketua Satgas …

Logo-Muhammadiyah-OK

PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 13 April 2021

Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1442H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April …

WhatsApp Image 2021-02-10 at 08.34.30

KRL Yogya-Solo Beroperasi Mulai Hari Ini

SOLO (titiktemu, 10/2) – Hari ini menjadi tak biasa bagi masyarakat pelajo Solo-Yogya. Para …