Aku Disini Menunggumu – #Chapter_13/55

Irin tidak perduli dengan sikap dan kata-kata kasarnya. Irin secara perkasa mengumumkan ke semua orang bahwa dia mencintainya. Arya tersenyum mengingat wajah Irin kecil yang sering kali menangis saat tak bisa menahan emosi dan marah...

by InfiZakaria

Kedekatan Arya dengan Irin berubah total saat ia mulai masuk SMP. Ia mulai merasa udah gede dan mulai merasa terganggu selalu diikuti oleh Irin.

Tapi Irin tidak perduli dengan sikap dan kata-kata kasarnya. Irin secara perkasa mengumumkan ke semua orang bahwa dia mencintainya. Bahkan saat ada teman ceweknya yang datang ke rumahnya, Irin bisa marah dan mengomel. Arya tersenyum mengingat wajah Irin kecil yang sering kali menangis saat tak bisa menahan emosi dan marah.

Suatu saat Irin menemuinya yang sedang jogging di taman belakang sambil membawa puding mangga.

“Mas Arya, ini” Panggilnya sambil menyodorkan kotak plastik.

Arya melirik sekilas ke puding mangga di dalam kotak.

“Aku nggak mau!”

Responnya dengan suara keras dan wajah sebel. Irin tampak sedih.

“Kenapa nggak mau? Mas Arya kan suka mangga.”

“Aku tidak mau, titik!”

Arya bermaksud meneruskan joggingnya tapi Irin dengan sigap menarik kaosnya.

“Mas Arya, aku yang buat puding ini. Tadi pudingnya masih panas trus tumpah kena kakiku. Lihat, kakiku perih.”

Arya melihat ke bagian yang ditunjuk, memang benar ada bagian yang memerah seperti terkena air panas.

“I don’t care!”

“Mas Arya, aku sayang sama Mas Arya. Aku cinta Mas Arya.”

Dia baru duduk di kelas 4 SD saat itu.

“Otak kamu itu ya… korslet!”

Ucapnya kasar sambil meneruskan jogging dan ia kemudian mendengar Irin yang menangis dengan suara pelan tapi sangat menyayat hati, tapi ia tidak perduli. Sosok Irin baginya sudah seperti virus yang kehadirannya bisa menyebarkan bad mood.

Saat mereka pindah ke Amerika, Arya merasa sangat lega karena bisa terbebas dari virus Irin. Tapi tak lama setelah ia merayakan ulang tahun pertamanya sejak tinggal di Amerika, di dalam paket surat yang dikirimkan dari Jakarta buat papa mama, ia menemukan sebuah kartu ucapan ulang tahun.

‘Happy Birthday, Mas Arya. Irin’

Arya sangat marah sekali saat itu, ternyata ia belum bisa bebas total dari virus Irin.

Sejak saat itu ia selalu menerima kartu ucapan ulang tahun dari Irin dengan kata-kata yang sama sampai dengan tibanya kartu ke-7 yang isinya berbeda.

‘Mas Arya, sebentar lagi aku akan berusia 17 tahun. Aku akan menjadi gadis dewasa. Dari kecil sampai dengan kartu ini aku tulis, aku sangat yakin kalau aku mencintai Mas Arya. Jadi tidak ada yang salah dengan isi otakku. I love you. Irin.’

Kartu selanjutnya yang ia terima sampai dengan kartu yang ke-18 hanya bertuliskan ‘Happy birthday, Mas Arya. I love you.’

Tidak ada kata-kata lain yang menceritakan keadaan Irin. Seolah semua tentang dirinya tidak penting. Isi kartu itu hanya untuk memberitahukan bahwa dia masih tetap mencintainya.

Kartu terakhir yang Arya terima sekitar 1 bulan yang lalu adalah kartu dengan tulisan terpanjang, mendalam dan sepertinya akan menjadi kartu terakhir.

'Dear Mas Arya,

Happy birthday, semua yang terbaik aku doakan menyertai Mas Arya. I Love U.

Ini adalah kartu ucapan yang ke-19 yang aku kirimkan ke Mas Arya... ini akan menjadi kartu ucapan ulang tahun terakhir yang aku kirimkan. Bulan depan aku akan berusia 29 tahun, sudah saatnya aku melepaskan impian indah masa kecilku.

Good bye, my dream.

Irin'

Arya ingat sesuatu… Hari lahir Irin sekitar 1 bulan dari hari ulang tahunnya… berarti sekitar September. Dan Aerin yang juga lahir di September. Sebuah kebetulan tapi tentu saja tidak mungkin, nama orang tuanya berbeda. Ada sedikit rasa kecewa. Arya menatap sekali lagi photo Aerin yang seolah tersenyum kepadanya. Apakah ia berharap Aerin adalah Irin?

Bersambung..

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

Aku Disini Menunggumu

Aku Disini Menunggumu – #Extra Part

Arya menyentuh alis Aerin yang berbentuk melengkung setengah lingkaran, lalu sentuhannya turun ke hidung mancungnya dan berakhir di bibir penuh Aerin, sebuah masterpiece yang membuat ia tak bisa jauh dari itu…

Aku Disini Menunggumu

Aku Disini Menunggumu – #Chapter_55/55

Bramantio menggandeng tangan Aerin. Arya melihatnya dengan agak cemburu. Huh… seharusnya ia yang lebih berhak menggandeng tangan itu. Tasya yang melihat arah pandangan Arya, langsung menggandeng tangan Arya. Aerin melihat keduanya yang berjalan di depannya.

Aku Disini Menunggumu

Aku Disini Menunggumu – #Chapter_54/55

Kembali ke Global Cell membuat Aerin bahagia. Wiwid, Vita dan pasukan IT menyambut kedatangannya di lobby. Aerin sangat terharu, ah… bagaimana mungkin ia sanggup meninggalkan mereka dalam waktu yang tak lama lagi.