Aku Disini Menunggumu – #Chapter_11/55

Aerin tersenyum sendiri. Kalaupun pada akhirnya ia belum jatuh cinta juga kepada pria lain... perjodohan adalah jalan terbaik. Papa mama pasti juga ingin yang terbaik untuk dirinya. Pelan-pelan bisa menerima kenyataan, membuat Aerin merasa lebih nyaman.

by InfiZakaria

Aerin menikmati quality time bersama mama. Setelah 2 hari menjalani banyak pemeriksaan ketat dengan hasil yang memuaskan. Hari ketiga di Singapore bisa mereka nikmati buat shopping dan jalan-jalan. Diana sangat menikmati ditemani Aerin yang sangat care kepadanya.

“Kamu masih ingat janji sama papa?”
Tanya Diana saat mereka menikmati brunch di The Halia Restaurant yang berada di Ginger Garden, bagian dari Singapore Botanic Garden.

Aerin yang sedang menikmati baked milk rolls dengan sebotol yogurt, berhenti mengunyah.

“Masih dong, ma. Aku harus sudah menikah saat usiaku 30 tahunkan? Which is next year.”

“Syukur kamu masih ingat.”

“Kalau aku belum menikah juga, aku harus bersedia menerima calon suami pilihan papa dan mama”
Sambung Aerin sambil mengingat kembali momen saat ia berjanji akan memenuhi permintaan papa. Janji 5 tahun yang lalu saat ia menolak kembali ke Surabaya dan bekerja di BraDia.

“Bye the way, apa mama dan papa sudah punya calon untukku?”

Diana mendelik.

“Memang kamu belum punya pacar?” Selidiknya dengan ekspresi tak percaya.

Aerin menggeleng dengan mimik lucu.

“Oh, no! Jadi kamu selama ini ngapain aja?”
Tanya Diana yang membuat Aerin tertawa ngakak.

“Ma, aku belum pernah pacaran. Aku ini masih perawan tulen, murni.”

“No, impossible! Kamu cantik dan sangat menarik. Apa susahnya memikat seorang pria?”

“Gak susah sih ma. Masalahnya disini.” Aerin menunjuk ke dadanya.

“Aku masih kejebak pada cinta masa kecilku.”
Ucap Aerin dengan serius yang membuat Diana terdiam.

“Arya? Kamu masih suka Arya? Come on, itu cinta anak ingusan. Kamu masih kecil banget saat kamu mengumumkan ke semua orang kalau kamu akan mencintai Arya sampai tua. Oh, wait… apa karena itu kamu bekerja di FF Group?”

Aerin mengangguk.

“Silly girl.”

Diana tak tau harus bilang apa lagi. Ia bangkit dan memeluk Aerin.

“Mas Arya dan keluarganya sudah kembali ke Jakarta, ma. Aku dengar Mas Arya kembali karena akan menikah disini.”

Diana semakin mempererat pelukannya.

“Kamu pasti akan mendapat suami yang terbaik, darling. Do you want me to help you?”

Aerin mengangguk.

“Aku bersedia mama kenalin dengan siapa saja yang mama recommend. Biar aku punya kesempatan untuk merasakan tertarik dan jatuh cinta pada pria lain, sebelum menyerah kalah dan menerima pilihan mama dan papa.”

“Are you okay with blind dates?”

“Why not?”

“Alright. Let’s do it!”

Aerin tersenyum melihat mama yang tampak bahagia dan full energy.

“So, kamu suka pria yang seperti apa?”

Aerin tertawa. Ia berpikir sebentar.

“Standar aja sih, ma. Penyayang, baik hati, sabar dan bisa masuk ke keluarga kita. Soal materi, aku bisa menghasilkan banyak… so, tidak perlu anak orang kaya atau pengusaha sukses. Dan yang paling penting, aku tidak mau blind dates dengan pria sudah punya pacar, apalagi yang akan menikah.”

Mas Chandra dan Mas Ricky menikah juga dengan gadis pilihan papa mama dan mereka bahagia.

Aerin tersenyum sendiri. Kalaupun pada akhirnya ia belum jatuh cinta juga kepada pria lain… perjodohan adalah jalan terbaik. Papa mama pasti juga ingin yang terbaik untuk dirinya. Pelan-pelan bisa menerima kenyataan, membuat Aerin merasa lebih nyaman.

Tiba-tiba Aerin ingat sesuatu. Sebuah kata yang sudah lama ingin ia ucapkan ke mama. Saat usianya cukup matang untuk mengerti arti perkawinan dan komitmen yang harus dijaga dalam ikatan itu… ia ingin sekali berbicara dari hati ke hati dengan mama dan memperbaiki hubungan mereka.

“Ma, I’m really sorry for what my mommy did to you. Aku tau, sampai dengan meninggal, mami belum sempat minta maaf kepada mama. Today I apologize on behalf of my mommy.”

Diana memeluk Aerin dengan erat, kepiluan di wajah Aerin membuat ia juga ikut menangis.

“Iya, sayang. Mama sudah memaafkan mami kamu.”

Aerin tersenyum Bahagia.

Bersambung…

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

WhatsApp Image 2021-02-12 at 14.57.39

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Sudah Negatif Covid-19

JAKARTA (titiktemu, 12/2)– Setelah hampir tiga pekan (20 hari) menjalani isolasi mandiri, Ketua Satgas …

Logo-Muhammadiyah-OK

PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 13 April 2021

Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1442H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April …

WhatsApp Image 2021-02-10 at 08.34.30

KRL Yogya-Solo Beroperasi Mulai Hari Ini

SOLO (titiktemu, 10/2) – Hari ini menjadi tak biasa bagi masyarakat pelajo Solo-Yogya. Para …