Aku Disini Menunggumu – #Chapter_10/55

Vita mengajak Arya untuk berkeliling. Ada yang nyelutuk. Vita tertawa ngakak yang diikuti oleh yang lain. Arya yang tak mengerti, hanya tersenyum melihat wajah geli Vita..

by InfiZakaria

Menjelang 1 jam sebelum jam resmi bubaran kantor, Vita mengajak Arya untuk berkeliling.

Mereka mulai dari pos security dan ruangan driver. Setelah itu menuju ke lobby, bertemu dengan para resepsionis dan staf customer service. Semua happy banget bisa melihat dan bersalaman dengan CEO baru yang sangat nyaman buat dipandang.

Naik ke lantai 2, singgah di ruangan operator yang semua stafnya tampak sangat sibuk. Arya hanya melambaikan tangan saja.

Selanjutkanya kunjungan ke bagian Sales dan Marketing yang dipenuhi dengan staf-staf muda penuh energi. Ruangan Public Relation sedang ada diskusi serius dalam beberapa grup. Mereka sedang merencanakan sebuah acara yang diberi judul ‘A Beautiful Night with Global’ dalam rangka launching paket telpon baru.

Setelah menjelajah, sampailah di lantai 14, tempat staf Tekhnik dan IT bermarkas. Andy menyambut kedatangan mereka.

“Ini ruangan tekhnisi.”

“Hallo… Niced to meet you all”
Sapa Arya sambil berjalan dan menyalami staf.

Arya memperhatikan sekeliling, ruangan tekhnik sangat luas dan lengkap dibanding ruangan-ruangan yang telah dikunjunginya.

“Tekhnik dan IT, 2 bagian yang paling sering nginap di kantor. So, fasilitas sangat lengkap.”
Terang Vita yang menangkap kepuasan di ekspresi Arya.

Lantai 14 ini mempunyai fasilitas lengkap saat Pak Rasyid memimpin. Pak Rasyid sangat terganggu melihat staf Tekhnik dan IT yang ketiduran diatas meja kantor atau bahkan di lantai, saat harus bergadang. Sejak saat itu Pak Rasyid mendekorasi ulang lantai 14 menjadi ruang kerja yang sangat nyaman untuk bekerja dan beristirahat.

“Thank you, Mas Andi. Kami ke IT ya, bye semua.”

“Bye mbak itu… itunya.”

Ada yang nyelutuk. Vita tertawa ngakak yang diikuti oleh yang lain. Arya yang tak mengerti, hanya tersenyum melihat wajah geli Vita.

Mereka menuju ke ruangan bagian kanan lantai 14. Pintu masuk memakai kunci pintu digital menggunakan password. Arya melihat Vita yang menekan beberapa nomor.

“Dulu ada yang mencoba masuk, makanya dipakaiin password dengan sensor bola mata yang diciptakan spesial oleh IT kita. I am registered, Pak Arya belum”
Info Vita.

“Ntar nunggu Ririn balik, Pak Arya bisa akses ke ruangan ini.”

“Okay.”

Begitu pintu terbuka, mata Arya terbelalak melihat ruangan dalam. Cantik, desain interior maskulin yang dipadu sempurna dengan sentuhan girly. Melihat isi dalam ruangan, seperti kita berada di showroom perabotan mewah.

Ada sofa warna warni yang dari tampaknya saja pasti berharga mahal, meja kerja stylist berdesain minimalis. Cat dinding berwarna stone white membuat ruangan lebih hidup dan cocok dengan warna warni perabotan.

Ada layar komputer berukuran besar yang tertata rapi di beberapa bagian ruangan. Pekerjaan serius IT jadi bisa diimbangi dengan interior ruangan yang bikin betah dan rileks.

Di sudut lain ada meja makan panjang yang sepertinya sengaja didesain supaya semua penghuni ruangan bisa menikmati makan bareng. Set dapur lengkap dengan kulkas side by side. Di ujung ruangan ada 2 kamar tidur. Seperti di ruangannya, balkon disini juga ditata penuh tanaman dengan kursi duduk ala taman. Perfect! Bahkan isi dari ruangan ini lebih mewah dari ruangan CEO.

“Ruangan ini sangat berbeda dengan ruangan lain karena Ririn IT Expert, mendekor dan membeli sendiri perabotannya dengan uang pribadi.”

“Oh ya?”

Vita mengangguk.

“Dia menghabiskan hampir 24 jam disini, pulang ke rumah cuma buat tidur saja. Bahkan dia sering nginap disini.”

Arya tersenyum. Sebegitukah loyalnya para staf Global? Tapi melihat staf-staf di ruangan ini, itu terlihat jelas. Kehadiran ia sebagai CEO bahkan tak sedikitpun membuat semuanya kehilangan fokus dengan apa yang sedang mereka kerjakan.

*****

Hari kedua Arya ngantor, pagi-pagi Vita sudah diinfo akan ada teman wanitanya yang datang. Namanya Nadine.

Seperti siang kemarin, yang ini juga datang membawa paper bag berisi makanan. Nadine juga secantik Indah, tinggi langsing bak supermodel. Wajahnya juga sangat familiar, tapi Vita tidak ingat pernah melihatnya dimana.

“Aku senang banget kamu kembali.”
Mata Nadine berbinar-binar sambil memeluk Arya.

“My best friend.”
Arya membalas pelukan Nadine.

“Liat kamu sekarang, aku hampir gak bisa ngenalin kamu.”

Arya tertawa. Nadine masih seperti Nadine yang dulu. Nadine yang heboh tapi baik hati. Salah satu teman wanita sekelas yang bisa menerima fisiknya yang gendut.

“Dan liat kamu sekarang, udah jadi designer top” puji Arya.

Walaupun tak pernah menghubungi teman-temannya selama ia tinggal di Amerika, tapi ia mengikuti perkembangan mereka. Hal pertama yang ia lakukan setelah kembali ke Jakarta, adalah menghubungi mereka.

Arya mengeluarkan sebuah kotak mungil dari sakunya.

“Apaan?” Tanya Nadine dengan mimik wajah lucu.

“Hadiah buat yang baru bertunangan.”

“Oh… makasih.”

Nadine membuka kotak mungil itu. Ada bros bergambar bintang yang dihiasi berlian-belian kecil di semua ujung sisinya. Nadine suprised banget karena sahabatnya itu masih mengingat akan hobinya yang suka menghabiskan waktu di malam hari, mencoba menghitung bintang. Mereka hanya bertemu sekitar 30 menit karena jadwal Arya sangat padat..

Share tulisan ini

Baca tulisan lainnya

WhatsApp Image 2021-02-12 at 14.57.39

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Sudah Negatif Covid-19

JAKARTA (titiktemu, 12/2)– Setelah hampir tiga pekan (20 hari) menjalani isolasi mandiri, Ketua Satgas …

Logo-Muhammadiyah-OK

PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Mulai 13 April 2021

Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1442H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April …

WhatsApp Image 2021-02-10 at 08.34.30

KRL Yogya-Solo Beroperasi Mulai Hari Ini

SOLO (titiktemu, 10/2) – Hari ini menjadi tak biasa bagi masyarakat pelajo Solo-Yogya. Para …